Napoli adalah salah satu raksasa Italia di era pertengahan tahun 80 hingga awal 90-an saat mereka diperkuat Diego Maradona, Antonio Careca dan Alemao. Tapi setelah itu tim kebangaan kota Naples bak mengilang ditelan bumi dan sempat terdegradasi ke Seri B.
Dua tiga musim terakhir boleh dibilang sebagai awal kebangkitan Napoli. Dimulai dari era Edy Reja dan kini Walter Mazzarri jadi yang jadi pelatih, Napoli sudah bisa mensejajarkan dirinya dengan klub raksasa di Italia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Napoli pun mulai dipandang serius sebagai salah satu kandidat juara dan itu bisa jadi modal baik untuk klub berjulukkan lain Azzurri itu. Maka laga kontra Inter di Giuseppe Meazza, Minggu (2/10/2011) dinihari WIB nanti akan jadi ujian lainnya kepantasan Napoli berada di papan atas.
Meski Napoli sudah lama tak meraih kemenangan di kandang Inter alias yang terakhir 16 tahun lalu dengan skor 2-0, tapi rasa haus prestasi jadi motivasi tambahan untuk Napoli bisa mengalahkan La Beneamata.
"San Siro selalu sulit untuk ditaklukkan, karena Anda akan selalu tertekan setiap bermain di stadion ini," tutur Luigi Simoni kepada Radio Kiss Kiss yang dilansir Football Italia.
"Namun dari pernyataan saya itu, Napoli punya karateristik yang dapat membawa mereka menang di Milan. Mereka juga terlihat lebih lapar saat ini," lanjut eks allenatore Inter tahun 1997 hingga 1998 itu.
"Napoli tahu apa yang mereka inginkan, mereka punya identitas yang kuat dan sistem yang sempurna untuk pemain yang dimiliki. Performa mereka tidak berdasar penguasaan bola tapi lebih banyak memainkan bola secepat mungkin," analisa Simoni.
"Satu-satunya penghalang mungkin adalah absennya beberapa pemain penting yang sulit untuk digantikan," simpulnya.
(mrp/mrp)











































