Setelah start yang bisa dibilang buruk, Inter saat ini terdampar di posisi 16 klasemen sementara. Skuad arahan Claudio Ranieri itu baru dua kali meraih kemenangan dan sudah menelan empat kekalahan dalam rentang tujuh pertandingan.
Performa itu berbeda dengan ketika mereka bertanding di Liga Champions. Di Eropa, Inter kerap tertekan, namun akhirnya bisa bangkit. Hasilnya, mereka kini memuncaki klasemen Grup B setelah dua kali menang dan satu kalah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Repotnya, Atalanta juga sedang yakin-yakinnya. Performa mereka dalam lima laga terakhir terbilang lumayan; tiga kali menang, satu kali seri, dan satu kali kalah. Catatan itu malah lebih bagus dari Inter yang hanya menang dua kali dan tiga kali kalah.
"Semuanya bisa terjadi. Semua pertandingan bisa dimenangkan," ujar gelandang Atalanta, Ezequiel Schelotto, di Football Italia.
"Ini adalah musim yang aneh, di mana semua tim tampak seimbang dan liga sendiri tidak bisa diprediksi," tukasnya.
Catatan kedua tim dalam dua musim terakhir pun relatif berimbang, meski Inter unggul dalam jumlah kemenangan. Dalam empat laga, Inter sukses menang dua kali, sementara dua laga lainnya berakhir dengan hasil imbang dan berbuah kemenangan untuk Atalanta.
(roz/a2s)










































