Setahun setelah meraih treble winners, performa Nerazzurri seperti terjun bebas. Mereka kini terpuruk di papan bawah klasemen Seri A, yakni posisi 17 dan memiliki delapan poin, selisih 11 angka dari Juventus di puncak klasemen.
Pergantian pelatih dari Gian Piero Gasperini ke Claudio Ranieri pun belum membawa hasil maksimal. Penampilan Inter masih di bawah standar dan mereka seperti sulit menemukan form terbaiknya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menilai penjualan Samuel Eto'o adalah kesalahan terbesar Inter dan pemain baru yang dibeli pun tidak cukup mumpuni untuk mengangkat tim.
Kehilangan Eto'o yang merupakan mesin gol musim lalu, hanya digantikan Diego Forlan dan Mauro Zarate. Okelah Forlan adalah striker haus gol di La Liga, namun dengan umurnya yang sudah 32 tahun, fisik Forlan pastinya tak lagi mumpuni dan terbukti striker Uruguay itu malah harus absen selama dua bulan.
Sementara itu Zarate boleh dibilang tak cukup baik untuk bermain di klub sebesar Inter. Diego Milito sudah mulai kehilangan sentuhannya sejak kepergian Jose Mourinho. Jadilah Inter kini cuma punya Giampaolo Pazzini sebagai striker utama yang benar-benar mumpuni.
Sudah begitu pembelian La Beneamata di sektor tengah dan belakang pun tak begitu signifikan. Kesalahan awal musim lalu pun kembali terulang ketika Inter lebih konsen pada pencarian pelatih.
"Anda tidak bisa menyegarkan skuad seperti Inter dengan pemain seperti Luc Castaignos dan Ricky Alvarez. Anda tidak bisa kembali kompetitif dengan pemain seperti itu," seru Rossi kepada Sky Sport Italia yang dilansir Football Italia.
"Ini jelas para pemain utama Inter tidak bisa lagi menampilkan performa yang mereka tunjukkan beberapa musim lalu," sambung eks bintang Juve itu.
"Dan jangan lupakan jika Inter melepas Samuel Eto'o di musim panas, seorang pemain yang mampu sendirian mengubah hasil pertandingan," simpul topskorer Piala Dunia 1982 itu.
(mrp/krs)











































