"Pertandingan melawan Roma selalu sulit. Kami seperti tim kembar, meski punya filosofi permainan berbeda," ujar Conte kepada La Gazzetta dello Sport, jelang pertemuan kedua tim di Olimpico, Selasa (13/12/2011) dinihari WIB.
Roma boleh saja kehilangan banyak pemain akibat cedera dan skorsing, namun Conte enggan fokus pada hal tersebut. Baginya, filosofi yang digenggam Roma, entah dulu atau sekarang, masih sama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantaran respek terhadap Roma itulah Conte jadi menepikan semua hasil jelek yang didapat oleh skuad arahan Luis Enrique itu. Meski Giallorossi sudah menelan enam kekalahan, Conte berusaha melihat dari sisi yang berbeda--lebih dari sekadar kekalahan.
"Mereka tampil menyerang bahkan ketika mereka bermain dengan 10 orang, seperti ketika melawan Fiorentina. Kritik hanya melihat skor akhir."
"Jika Anda melihat pertandingan dari mata seorang pelatih, Anda bisa melihat konsep di belakang permainan mereka. Jika saja Juan tidak diusir pada laga melawan Fiorentina, segalanya bisa saja berbeda," tukasnya.
Pada laga melawan Fiorentina tersebut, Roma mengakhiri laga dengan delapan pemain lantaran tiga orang pemainnya dikartu merah. Roma takluk 0-3 pada laga tersebut.
(roz/a2s)










































