Dalam pertandingan di Luigi Ferraris, Rabu (14/12/2011) dinihari WIB, Inter tampil dominan. Mereka mengurung pertahanan tim tuan rumah sejak menit-menit awal.
Namun, gaya main bertahan yang diperagakan Genoa cukup menyulitkan Inter. Selain itu, ketangguhan Sebastien Frey di bawah mistar juga membuat babak pertama berakhir tanpa gol tercipta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah gol Nagatomo, Genoa mulai berani keluar menyerang. Meski kedua tim sama-sama menciptakan sejumlah peluang, skor 1-0 untuk Inter tetap awet hingga peluit panjang berbunyi.
"Saya akan berbicara soal pertandingan dan mengatakan itu indah, melawan sebuah tim yang bertahan dengan baik dan tak melepaskan tembakan hingga menit ke-80," jelas Ranieri di situs resmi klub.
"Kami tahu ini tak akan menjadi pertandingan mudah. Kami tahu Genoa akan bertahan, tapi saya senang dengan cara kami mengelola permainan," tambahnya.
"Genoa bertahan dan menyerang kami pada situasi bola mati. Saya ulangi, tembakan pertama mereka dilakukan pada menit ke-80."
"Saya sangat senang tim tak membiarkan lawan menembak atau mencetak gol. Artinya, semua pemain, bahkan para penyerang, bekerja keras."
Kemenangan atas Genoa membuat posisi La Beneamata di papan klasemen terus membaik. Kini, mereka duduk di peringkat ketujuh dan berjarak 10 poin dari Juventus yang menghuni peringkat teratas.
"Penting bisa meninggalkan Marassi dengan sebuah kemenangan. Ini memberi kami konsistensi di klasemen dan dalam permainan kami," ujar Ranieri.
(mfi/mrp)











































