Kedatangan Luiz Enrique, yang sebelumnya membesut tim Barcelona B, pada musim panas lalu membangkitkan harapan di tubuh klub ibukota, Roma.
Nyatanya, sampai jeda musim dingin, Roma masih berkutat di peringkat tujuh dengan tujuh kemenangan, tiga hasil imbang dan enam kekalahan. Roma meraih poin 24, setara Napoli yang satu posisi lebih baik karena punya selisih gol lebih baik--saat musim berjalan, pembedanya masih jumlah produktivitas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seandainya pertandingan tuntas usai melakoni babak pertama, secara statistik Roma dicatat punya torehan cukup apik. Football 365 menempatkan Roma sebagai tim peraih poin terbanyak kedua selama 45 menit awal permainan.
Khusus bicara babak pertama, dari 16 laga Roma punya poin per partai 1,81 dan poin 29. Ini setara dengan Udinese yang merupakan tim peraih hasil terbaik di "klasemen babak pertama".
Akan tetapi, sebaliknya jika bicara permainan di babak kedua. Saking buruknya permainan Roma di paruh kedua, Roma hanya menempati posisi 18 dari total 20 tim Seri A. Bojan Krkic cs hanya mencatat poin per partai 1 dan poin 16, dalam "klasemen babak kedua."
Hal sebaliknya terlihat dari dua tim pemuncak klasemen sementara, AC Milan dan Juventus, yang permainannya stabil di sepanjang permainan. Di "klasemen babak pertama" Milan ada di posisi empat diikuti Juve di posisi lima, dan di "klasemen babak kedua" Juve ada di puncak dibuntuti Milan.
Lima Besar "Klasemen Babak Pertama"
| Tim | Posisi Sebenarnya | Poin per Partai | Poin |
| 1. Udinese | 3 | 1,81 | 29 |
| 2. Roma | 7 | 1,81 | 29 |
| 3. Napoli | 6 | 1,68 | 27 |
| 4. Milan | 1 | 1,68 | 27 |
| 5. Juve | 2 | 1,68 | 27 |
Lima Besar "Klasemen Babak Kedua"
| Tim | Posisi Sebenarnya | Poin per Partai | Poin |
| 1. Juve | 2 | 2,06 | 33 |
| 2. Milan | 1 | 1,87 | 30 |
| 3. Lazio | 4 | 1,87 | 30 |
| 4. Atalanta | 11 | 1,62 | 26 |
| 5. Inter | 5 | 1,56 | 25 |
(krs/mfi)











































