Silva sejak ditarik dari Fluminense pada musim panas 2009 sudah menjelma jadi salah satu palang pintu terbaik di Eropa. Permainan lugas, tekel keras nan mematikan serta tanpa kompromi jadi ciri dari pesepakbola 27 tahun itu.
Tak heran jika keberhasilan Milan merebut Scudetto musim lalu banyak dibantu oleh kesigapan Silva dalam menjaga lini pertahanan. Gawang Christian Abbiati cuma kebobolan 24 gol dan jadi rekor pertahanan terbaik musim itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melihat permainan Silva, Ibra seperti melihat dirinya dalam bentuk lain. Bahkan pemain asal Swedia itu berani menilai Silva lebih baik dari bek kelas dunia lain macam Lilian Thuram, Fabio Cannavaro, Gerard Pique dan Carles Puyol, yang pernah bermain bersama Ibra.
"Ketika aku melihat Thiago Silva bermain, aku melihat diriku sendiri - tapi dalam versi pemain belakang," tuturnya kepada Milan Channel.
"Aku pikir saat ini Thiago adalah bek yang paling komplet di dunia. Aku beruntung bisa bermain bersama pemain sepertinya," tambahnya.
"Aku pernah bermain bersama bek hebat macam Thuram, Cannavaro, Pique dan Puyol. Tapi jika Anda bertanya padaku, Thiago Silva punya level yang berbeda," tuntasnya.
(mrp/mrp)











































