Conte untuk pertama kalinya musim ini ditunjuk menangani tim sebesar Juventus, setelah awal karier kepelatihannya diisi bersama klub-klub semacam Atalanta atau Siena. Keberhasilan membawa Siena promosi musim ini jadi alasan manajemen Juve menunjuknya.
Hasilnya? Hingga paruh musim Seri A berjalan Juve dibawanya memuncaki klasemen dan jadi satu-satunya tim di liga top Eropa yang belum terkalahkan dari 19 laganya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Conte itu sangat bagus. Baginya Juventus harus tampil baik dan mereka harus mengekpresikan diri mereka sendiri di level yang tidak banyak klub mampu mencapainya," tutur Sacchi di Football Italia.
Lain Conte lain juga Ranieri. Pelatih berumur 60 tahun itu ditunjuk melatih Inter menggantikan Gian Piero Gasperini yang tidak mampu memberikan kemenangan bagi Nerazzurri di tiga partai awalnya.
Sempat kesulitan di awalnya dan Inter masih terjerembab di papan bawah, tapi kini bermodal tujuh kemenangan di delapan laga terakhirnya, La Beneamata sudah ada di posisi kelima dan hanya selisih enam poin dari Juve.
Mental serta semangat Inter kini sudah kembali dan mereka sudah dianggap sebagai salah satu penantang serius Scudetto bersama Juve, AC Milan, Udinese dan Lazio.
"Ranieri? Dia adalah pelatih berpengalaman dan dia sudah melakukan sesuatu hal yang penting dengan menciptakan skuad yang punya motivasi kuat," analisa Sacchi.
"Kini kita lihat saja apakah dia mampu membawa mereka (Inter) memainkan sepakbola dengan gaya yang berbeda," pungkasnya.
(mrp/a2s)











































