Nama Antonio Conte termasuk salah satu tersangka skandal kasus pengaturan skor yang sedang terjadi di Italia. Pelatih Juventus itu menegaskan dirinya bersih dan tak pernah terlibat dengan skandal tersebut.
Dalam operasi yang menjadi bagian dari Last Bet--sebuah penyelidikan berskala besar mengenai pengaturan skor di sepakbola Italia--polisi di bagian selatan kota Cremona menyatakan telah menangkap 19 orang, Senin (28/5/2012).
Mauri (32 tahun), yang kapten Lazio, dan mantan gelandang Genoa yang kini bermain untuk Padova di Seri B, Omar Milanetto (36 tahun), termasuk ke dalam yang ditangkap polisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masuknya nama Conte dalam daftar tersebut tentunya merupakan preseden buruk bagi pria yang baru saja menorehkan prestasi gemilang di musim ini. Tak ingin namanya tercemar, Conte pun langsung angkat bicara dan membantah keras tuduhan tersebut.
"Saya selalu menunjukkan sikap jujur, berintegritas dan kesetiaan, sebagai pemain dan juga pelatih," tegas Conte di Football Italia.
"Anda bisa bertanya pada eks rekan setim saya, pemain saya dan bahkan lawan-lawan mereka, untuk mengetahui siapa Antonio Conte itu," sambungnya.
"Saya selalu ingin memenangi laga. Saya selalu mendapat serangan bertubi-tubi untuk mempertahankan integritas saya di depan istri dan putri saya yang baru berumur dua tahun. Jika Anda belum mengenal saya, inilah Antonio Conte," katanya.
"Dengan Seina, kami memenangi Seri B dengan usaha yang sangat keras. Itu adalah musim yang luar biasa dan tidak ada satupun yang mengganggu di musim itu."
"Hari ini saya menerima laporan yang melibatkan saya dalam konspirasi kriminal dan rumah saya digeledah ketika saya tidak ada. Saya telah membaca laporan itu, tapi kenapa saya tidak dipanggil untuk berbicara dengan pihak berwenang Cremona sebelum rumah saya digeledah dan saya menjadi tersangka? Saya saat ini sedang menikmati liburan," pungkas Conte.
(mrp/rin)











































