Laga Juve versus Parma sebenarnya sudah memakai dua asisten wasit tambahan. Asisten tambahan ini berdiri di dekat gawang masing-masing tim.
Namun, hal itu tetap tak mencegah lahirnya kontroversi. Kontroversi pertama adalah saat tim tuan rumah mendapatkan penalti di babak pertama. Kubu Parma memprotes penalti ini karena menganggap Stephan Lichtsteiner sudah terjebak offside sebelum akhirnya dijatuhkan Antonio Mirante.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di babak kedua, perdebatan di atas lapangan kembali terjadi. Sebabnya adalah gol kedua Juve yang dicetak oleh Andrea Pirlo. Bola hasil tendangan bebas Pirlo sebenarnya bisa ditangkap Mirante, tapi karena Mirante dianggap menangkap si kulit bundar di belakang garis gawang, gol pun dianggap sudah terjadi. Meski diprotes para pemain Parma, wasit bergeming dengan keputusannya.
Saat dua insiden di atas ditanyakan kepadanya, Donadoni tak mau menyalahkan wasit.
"Saya tak bicara soal wasit," katanya seperti dikutip Football Italia.
"Makin banyak mata di atas lapangan maka akan makin baik, tapi kesalahan masih bisa terjadi. Semua orang harus mulai melihat dengan cara ini. Kalau tidak, kita akan selalu di sini untuk membicarakan ofisial," ujar Donadoni.
Daripada mengkritik wasit, Donadoni lebih banyak mengomentari performa anak buahnya dalam laga dinihari tadi.
"Kami kebobolan dua gol dalam waktu empat menit. Ini memalukan karena dengan sedikit lebih banyak keyakinan dan determinasi kami bisa tampil lebih baik, khususnya di babak pertama," tuturnya.
"Tim harus berkembang karena kami terlalu takut saat menghadapi pendekatan agresif Juventus," tegas eks pelatih timnas Italia ini.
(/)










































