Zeman pernah menjadi allenatore Roma di periode tahun 1997-1999 sebelum akhirnya digantikan oleh Fabio Capello. Di awal musim 2012/2013 ini, Zeman kembali ditunjuk untuk menangani I Lupi untuk menggantikan Luis Enrique yang mengundurkan diri.
Pelatih 65 tahun itu mengawali kiprahnya di Seri A musim ini dengan laga kandang di Olimpico melawan Catania, Senin (27/8/2012) dinihari WIB. Sempat tertinggal lebih dulu, Francesco Totti dkk. akhirnya harus puas dengan hasil imbang 2-2.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di laga itu, secara keseluruhan Roma menguasai jalannya pertandingan. Statistik yang dilansir Soccernet menyebut penguasaan bola Roma mencapai 62%. Tapi statistik itu tak membuat Zeman puas.
Dikenal sebagai pelatih yang gemar memainkan sepakbola menyerang, Zeman justru harus menyaksikan barisan penyerang Roma kesulitan membongkar pertahanan Catania, terutama di babak pertama. Tridente Roma yang diturunkan di laga itu, Lamela-Osvaldo-Totti, tak juga mampu menjebol gawang Catania.
Roma akhirnya baru bisa mencetak gol setelah turun minum lewat Pablo Osvaldo dan Nico Lopez. Zeman mengakui jika penampilan timnya mengecewakan.
"Secara keseluruhan itu bukan penampilan yang bagus, khususnya ketika kami terlalu lambat, tidak agresif dan tidak pernah ke depan dalam serangan balik. Kami puas dengan penguasaan bola, yang mana hal itu sangat disayangkan," lanjut Zeman.
"Kami memulai dengan baik di babak kedua, meski itu adalah perjuangan keras sampai akhir, karena kami tidak bisa mengamankan hasil," sambung pelatih yang membawa Pescara promosi ke Seri A itu.
Zeman pun kemudian tak segan untuk mengkritik permainan Roma itu. Menurutnya, penguasaan bola tak terlalu penting. Karena itu, dia menyebut Roma harus lebih agresif jika ingin mencetak gol.
"Mengoper bola secara horisontal tidak ada artinya dan itu membiarkan lawan kami turun bertahan. Jika kami tidak cepat menyerang dan melepaskan diri dari penjagaan di lapangan tengah maka kami tidak akan ke mana-mana," tutupnya.
(nds/a2s)











































