Sudah tiga laga dijalani Milan di Seri A, dengan dua di antaranya dilakoni di kandang sendiri. Dua pertandingan itu sendiri sama-sama berakhir dengan kekalahan, dengan yang teranyar terjadi, Minggu (16/9/2012) dinihari WIB.
"Kami memiliki hambatan psikologis dan harus tampil lebih baik, baik dalam level fisik maupun mental, agar bisa bangkit dari periode (buruk) ini," seru Ambrosini di Football Italia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasil itu sendiri terjadi setelah di musim panas Milan melakukan sejumlah perubahan dalam hal materi tim. Selain melepas sejumlah pemain veteran yang telah habis masa kontraknya, Rossoneri juga menjual dua pemain bintangnya, Thiago Silva dan Zlatan Ibrahimovic.
Aktivitas transfer itu, khususnya penjualan Silva dan Ibra, diyakini telah amat mengurangi kekuatan Milan. Ujung-ujungnya, Milanisti pun tidak puas dengan timnya sehingga saat ini Milan pun cuma bisa menjual 23,618 tiket musiman. Itu adalah jumlah terendah di era Silvio Berlusconi.
Berkurangnya dukungan dari fans setia, plus perubahan materi tim, memang bisa berdampak ke performa Milan. Tetapi Ambrosini tak mau itu dijadikan alasan.
"Kami tidak merasakan antusiasme (dari fans) dan saat ini sedikit lebih khawatir dari biasanya. Ini bukan pembenaran, tapi kami mesti segera berbenah dan berusaha memunculkan kembali karakteristik kami yang terabaikan dalam beberapa tahun terakhir, karena saat itu masih memiliki pemain yang dapat menentukan pertandingan dengan sendirinya."
"Tim ini bisa tampil bagus dan kepergian sedemikian banyak pemain musim panas ini tak boleh lagi jadi alibi," serunya.
(krs/mfi)











































