Toni mulai menunjukkan produktivitas yang mengagumkan saat dia membela Palermo pada tahun 2003. Dengan posturnya yang tinggi besar (1,96 meter), pemain kelahiran Pavullo nel Frignano itu jadi momok yang menakutkan di depan gawang.
Naluri predator Toni kemudian dinikmati Fiorentina pada periode 2005-2007. Selama dua musim, Toni menyumbangkan total 47 gol di Seri A untuk La Viola.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah itu, Toni mulai menurun. Dia sempat dipinjamkan ke Roma, lalu pindah ke Genoa dan Juventus. Tapi, jumlah golnya sudah banyak berkurang.
Toni dianggap sudah habis saat dia memutuskan menerima pinangan klub Uni Emirat Arab, Al Nasr, pada awal tahun ini. Dengan bermain di luar Eropa, dia dinilai tak lagi mampu bersaing di level tertinggi.
Tapi, nasib mujur masih menghinggapi Toni. Awal musim ini, dia bisa kembali ke Benua Biru dan memperkuat Fiorentina lagi.
Dengan usianya yang sudah 35 tahun, Toni masih punya sesuatu untuk diberikan kepada timnya. Hingga giornata 11, dia sudah membukukan tiga gol dalam delapan laga Seri A. Tidak terlalu buruk untuk pemain seusianya, apalagi dia cuma tiga kali jadi starter.
Gol teranyar Toni tercipta saat timnya menang 4-1 atas Cagliari, Minggu (4/11/2012). Itu adalah gol ke-50 Toni untuk La Viola di Seri A. Hebatnya, torehan tersebut dia capai dalam 75 pertandingan saja.
Dengan musim yang masih panjang, Toni punya kesempatan untuk melewati rekor gol milik Adrian Mutu. Selama memperkuat Fiorentina, Mutu mencetak 54 gol dalam 112 partai di Seri A.
(mfi/a2s)











































