Capello: Totti Bukan Panutan
Minggu, 19 Sep 2004 15:16 WIB
Jakarta - Tindakan indispliner Antonio Cassano terjadi bukan tanpa sebab. Adalah kapten sekaligus icon Roma, Francesco Totti, yang menjadi contoh yang buruk buat para pemain.Demikian diungkapkan mantan arsitek AS Roma Fabio Capello Nyatanya, bahkan sejak masih menukangi Roma, Capello selalu memperingatkan pemain muda agar tak mengikuti kelakuan sang kapten, Totti. "Saya selalu berkata kepada Daniele De Rossi untuk tak mengikuti Totti dan Cassano. Saya bilang dekat-dekatlah dengan Emerson. Jalani kehidupan yang sehat dan ikuti petunjuknya (Emerson), itu jika dia ingin mencapai hasil tertentu," kata Capello seperti dikutip Football Italia, Minggu (19/9/2004). Komentar ini dikemukakkan Capello menjawab tudingan Totti yang menuduhnya menjadi biang tak disiplinnya Cassano sebagai pemain sekarang ini. "Pelatih yang sebelum ini (Capello-Red) selalu berkata kepada Cassano satu hal, padahal dia bilang hal lain di belakang muka anak muda itu," ucap pesepakbola yang pernah diskorsing karena meludahi pemain lain itu kemarin. Capello sendiri mengaku selama menukangi Roma dia memang enggan mengerasi Cassano. Namun pelatih berkacamata ini berkilah kalau sikap lunaknyasemata-mata adalah untuk kepentingan sang pemain. "Semua yang saya perbuat untuk Cassano selalu saya pikirkan masak-masak, dan dengan tujuan tertentu di kepala. Ini tak saya lakukan kepada sembarang pemain. Saya selalu bicara dengannya layaknya ayah berbicara kepada anaknya," tutur Capello. Toh, cara Capello menangani Cassano terbukti efektif untuk menjadikan mantan striker Bari itu sebagai salah satu pemain depan Seri A yang mumpuni musim lalu. Pelatih Juventus sekarang itu pun meminta klub dan kapten Totti, pada khususnya, untuk mengingat jasa-jasa yang telah dipersembahkannya buat Roma."Sepertinya seluruh peristiwa buruk yang terjadi di Roma adalah kesalahan saya. Ingat, sayalah yang menjadi pelatih saat klub ini meraih Scudetto dan menjadi runner-up di bawah tim sekuat Milan musim lalu." "Sementara buat Tn Totti yang terhormat, saya meminta dia mengingat Napoli. Dia pasti akan mengerti maksud saya. Di hari terakhir musim (1999/2000) itu kami merayakan gelar Scudetto di Stadion San Paolo bersama 15,000 fans," imbuh Capello. (mel/)











































