Juventus berang dengan kepemimpinan wasit kala mereka diimbangi Genoa. Kubu Il Grifone pun merasa berhak melakukan hal yang sama karena mereka juga dirugikan.
Dalam lanjutan laga pekan ke-22 Liga Italia, Juve yang bermain di Juventus Stadium, Minggu (27/1/2013) dinihari WIB harus puas bermain imbang 1-1 dengan Genoa. Keunggulan lewat Fabio Quagliarella dihapus oleh gol Marco Boriello.
Laga itu sendiri berakhir dengan insiden kontroversial di detik terakhir laga ketika bek Genoa, Andrea Granqvist, dinilai pemain Juve melakukan handball ketika hendak menyapu bola. Si kulit bundar mengenai lengannya sesudah memantul ke lapangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Ballardini tak mau mengeluhkan itu karena ia lebih puas dengan penampilan timnya yang sukses mencuri satu poin dari lawatannya ke kota Turin itu.
"Berbicara soal insiden seorang pemain memang sudah jadi cara paling maksimal dari kultur sepakbola kami," keluh Balladirdini seperti dikutip Football Italia.
"Pada kasus itu, kami juga bisa mengungkit soal Mirko Vucinic yang jelas-jelas handball di babak pertama, tapi kami tidak pernah kelanjutannya seperti apa," sambungnya.
"Saya senang dengan penampilan tim di babak pertama karena kami tidak membiarkan Juve memiliki ruang dan faktanya kami merepotkan mereka."
"Usa jeda kami tampil buruk ketika kebobolan, tapi kami mampu tampil baik dan beruntung bisa menyamakan kedudukan. Kami bermain seperti hari ini karena tahu Juventus tahu cara memecah konsentrasi lawan dengan bermain lewat sayap dan lalu menyerang Anda dengan menusuk ke tengah lapangan," demikian Ballardini.
(mrp/krs)











































