Jauh sebelum hijrah ke Paris, Ibrahimovic pernah menghabiskan dua musim berseragam Bianconeri dari 2004 hingga 2006. Selama itu pula, pemain internasional Swedia ini telah membukukan 26 gol dari 92 penampilannya bersama Juventus.
Akan tetapi, Ibra kemudian memilih menyeberang ke Inter Milan setelah Juventus terbukti terlibat calciopoli yang berujung pada pencabutan dua titel juara liga dan hukuman degradasi ke Serie B.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ibra dikenal sebagai salah satu penyerang paling mematikan di dunia dengan sudah mengemas lebih dari 200 gol dalam kariernya. Pemain tinggi besar ini seperti "jimat" klub-klub yang diperkuatnya. Kecuali Malmo, Ibra selalu sukses mengantar Ajax, Juve, Inter, Barcelona dan Milan menjadi juara liga.
"Ibra adalah seorang pemain yang luar biasa," kata Conte kepada Aftonblader. "Dia adalah juara sejati."
"Tentu saja, saya ingin sekali (menjadi pelatih dia). Hanya ada sedikit pemain penentu seperti dia di dunia sepakbola saat ini."
Bersama PSG, Ibrahimovic masih memiliki kontrak tiga tahun yang baru akan habis pada 2015 mendatang.
(rin/cas)











































