Pemain tengah AC Milan, Kevin Prince Boateng tak masalah dikritik karena performanya memang tidak sesuai harapan. Akan tetapi, Boateng merasa kritik terhadap Stephan El Shaarawy tidaklah adil.
Musim ketiga Boateng di San Siro tidak semulus musim sebelumnya. Kini, pesepakbola internasional Ghana itu baru mengemas total tiga gol di seluruh kompetisi sedangkan di musim 2011/12, dia mampu mengoleksi sembilan gol.
Salah satu gol Boateng itu tercipta di laga leg I perdelapanfinal Liga Champions melawan Barcelona di mana Milan menang 2-0. Namun, Rossoneri tetap tersingkir setelah kalah 0-4 di leg II.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika Boateng tidak mempermasalahkan kritik terhadap dirinya sendiri tidak demikian dengan El Shaarawy. Belakangan ini, Shaarawy mendapat sorotan tajam karena belum mampu mengakhiri puasa gol sejak mencetak gol ke gawang Inter Milan pada Februari.
Pemain berdarah Mesir itu dinilai Boateng pantas menjadi pemain terbaik klub di musim ini karena sudah membukukan 19 gol dan mengangkat performa Milan ketika ada di periode sulit.
"Ada juga kritik yang ditujukan buat Stephan El Shaarawy, tapi itu gila," cetus saudara dari pemain Bayern Munich, Jerome Boateng itu. "Dia sudah mencetak banyak gol dan sungguh sudah membantu tim."
"Di dalam sepakbola Anda harus melihat di luar gol-gol dan assist, karena Stephan juga memberi kontribusi besar dalam bertahan. Menurut pandanganku, Stephan adalah pemain terbaik Milan di musim ini," imbu Boateng.
(rin/cas)











































