Scholes Jadi Alasan Pogba Pergi dari MU

Scholes Jadi Alasan Pogba Pergi dari MU

Mohammad Resha Pratama - Sepakbola
Rabu, 29 Mei 2013 13:25 WIB
Scholes Jadi Alasan Pogba Pergi dari MU
AFP/Olivier Morin
Turin - Paul Pogba mengungkapkan alasannya pergi dari Manchester United musim panas lalu. Selain karena tak cocok dengan Sir Alex Ferguson, kembalinya Paul Scholes dari pensiun jadi faktor utamanya.

Selama tiga musim memperkuat MU (usai didatangkan dari akademi Le Havre), Pogba memang tak banyak mendapat kesempatan bermain dari Fergie. Dia cuma tujuh kali bermain di tim senior.

Sudah begitu kontraknya yang habis musim lalu tak diperpanjang karena diketahui agen Pogba, Mino Raiola, meminta gaji selangit kepada MU. Fergie pun tak memberikannya karena Pogba bukanlah siapa-siapa ketika itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jadilah Pogba pindah ke Juve dengan status bebas transfer musim panas ini. Di Italia karier Pogba justru berkembang dan ia jadi salah satu pemain kunci Juve saat mempertahankan Scudetto musim ini.

Ia tampil 37 kali dan menyumbang lima gol. Fakta yang ada membuat MU dinilai sudah melakukan langkah yang salah dengan melepas Pogba.

Tapi jika pun Pogba dipertahankan oleh MU akan cuma-cuma karena pesepakbola 20 tahun itu memang sudah tidak cocok dengan Fergie dan kerap terlibat perselisihan. Satu lagi alasan kuat mengapa Pogba hengkang adalah kembali bermainnya Scholes yang sempat pensiun.

"Saya tidak pernah tidak menghormati Sir Alex Ferguson, jika memang kami selalu berlawanan karena saya selalu bilang langsung di depan mukanya," ujar Pogba kepada France Football seperti dikutip Sportsmole.

"Ketika saya tahu Paul Scholes kembali, saya mengerti bahwa saya akan sulit untuk bermain dan saya harus meninggalkan United. Ferguson bilang pada saya bahwa banyak kasus rasis di Italia dan fans di sana tidak seperti di Premier League. Saya bilang padanya bahwa itu tidak masalah bagi saya, jadi saya putuskan untuk pergi," lanjutnya.

"Rekan setim menjuluki saya Nelson Mandela karena saya selalu berlawanan dengan Ferguson. Tapi saya tidak akan menolak jika dibilang Obama. Antonio Conte bilang pada saya bahwa umur bukanlah masalah dan pemain terbaik lah yang akan main. Saya ingin jadi pemain terbaik dunia dan memenangi Ballon d'Or," demikian dia.



(mrp/mfi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads