'Selalu dan Hanya Adriano'
Senin, 18 Okt 2004 12:18 WIB
Jakarta - Adriano hanya perlu enam pertandingan untuk membuat calon gol terbaik Seri A musim ini. Gol spektakuler itu menggambarkan betapa karakter bomber Brasil itu sekuat dan sebesar badannya.Hari Minggu (17/10/2004) malam di San Siro pemain bernama lengkap Leite Ribeiro Adriano itu mencetak dua gol untuk mengantarkan Inter unggul 3-1 atas Udinese. Gol pertamanya dibuat lewat tendangan bebas dari jarak 30 meter di menit ketujuh. Gol keduanya datang cuma dalam selang waktu empat menit.Menerima umpan Juan Veron, dari sepak pojok Udinese yang mentah, ia menggiring bola lebih dari setengah lapangan, melewati tiga pemain lawan sebelum melepaskan tendangan yang memperdaya kiper Morgan De Sanctis. Gol tersebut layak dikategorikan sebagai gol aksi individu terbaik musim ini."Saya selalu berusaha tenang. Begitu bola datang saya mencoba sprint. Saya menggocek satu orang, lalu satu lagi, dan melihat ada ruang tembak. Jadi, saya lepaskan tendangan dengan kaki kiri," jelas Adriano tentang proses gol brilian itu."Semuanya berjalan mulus dan saya sangat senang. Saya telah mencetak sebuah gol yang selalu saya mimpikan. Tapi gol terbaik saya terjadi di Madrid karena itulah gol pertamaku bersama Inter," tambahnya.Inter sungguh beruntung Adriano tidak menaruh dendam meskipun pernah menelantarkan pemuda kelahiran 17 Februari 1982 itu. Ceritanya, Adriano digaet Inter pada musim panas 2001 dari klub Brasil Flamengo. Ia hanya dimainkan 14 kali--kebanyakan sebagai pemain pengganti--sebelum dipinjamkan ke Fiorentina.Di La Viola Adriano menunjukkan tajinya. Dari 15 partai ia melesakkan enam gol. Sayang, klub kota Firenze itu harus gulung tikar di penghujung musim. Adriano pun kembali ke Inter, tapi belum ada tempat yang layak buatnya di skuad Nerazzurri itu. Ia lalu dilepas ke Parma dengan hak kepemilikan 50-50. Di Ennio Tardini Adriano malah kian tajam. Duetnya bersama sesama eks pemain Inter, Adrian Mutu, ditakuti setiap lawan. Adriano menyudahi musim ini dengan mengutip 15 gol dari 28 pertandingan. Pengagum Zico itu baru kembali menyandang status sebagai pemain utuh Inter pada bulan Januari 2004. Sempat beberapa kali cedera ia masih bisa menyumbangkan sembilan gol dari 16 penampilannya, sekaligus membawa Nerazzurri lolos ke zona Liga Champions.Musim ini performa pria dengan tinggi badan 189 cm dan berat 87 kg itu makin menawan. Bayangkan, dari 11 kali turun ke lapangan ia telah mencetak 10 gol. Itu baru buat Inter, belum termasuk untuk timnas Brasil, di mana pada bulan Juli lalu ia berhasil mengantarkan Tim Samba sebagai juara sementara dirinya keluar sebagai topskor dengan 7 gol dari 6 pertandingan."Always and only Adriano" (Selalu dan hanya Adriano). Demikian harian olahraga berpengaruh di Italia, Corriere dello Sport, pernah memuji kontribusi Adriano buat Inter musim ini. Julukan "The Emperor" alias "Kaisar" yang disandangkan kepadanya tampaknya tidak salah."Dia adalah penyerang paling kuat di dunia saat ini, bahkan ketika dirinya belum menjadi yang terbaik sekalipun," puji pemain legendaris AC Milan asal Brasil Jose Altafini. "Dia pemain yang tidak biasa," timpal pahlawan Italia di Piala Dunia 1982 Paolo Rossi. "Seorang pemain yang amat kuat secara fisik biasanya kurang kuat skil teknisnya. Tapi Adriano tidak." (a2s/)











































