Penonton Sedikit, Capello Kecewa
Rabu, 20 Okt 2004 16:15 WIB
Jakarta - Pelatih Juventus Fabio Capello mengungkapkan kekecewaannya melihat kurang-nya antusiasme pendukung menyaksikan pertandingan Juve vs Bayern Munich. Partai Juve vs Munich seharusnya menjadi partai Liga Champions paling akbar di Rabu (20/10/2004) dinihari WIB. Bagaimana tidak, jika dua tim yang bertarung merupakan klub tersukses di negara-nya masing-masing. Belum lagi partai yang digelar di Delle Alpi ini merupakan pertemuan pertama antar kedua tim di ajang Liga Champions. Maka tak heran jika banyak pihak memprediksi animo penonton menyaksikan partai ini akan sangat besar. Namun yang terjadi kemudian berbanding terbalik dengan prediksi. Dari kapa-sitas 67.000 kursi Delle Alpi, hanya 18.089 penonton saja yang datang menyaksikan partai yang berkesudahan dengan kemenangan Juve 1-0 ini.Tak pelak, kondisi ini membuat pelatih Capello sangat sedih. "Ketika kita berbicara soal dua tim hebat dengan sejarah yang hebat juga, maka mereka seharusnya berlaga di depan penonton yang banyak. Mereka berhak mendapatkan yang lebih daripada ini," mantan pelatih Roma ini seperti dikutip Reuters, Rabu (20/10/2004). Bukan sekali ini Juve gagal menarik penggemar untuk datang ke Delle Alpi. Pertandingan Liga Champions lawan Maccabi Tel-Aviv di matchday 2 bahkan menjadi salah satu pertandingan dengan jumlah penonton terendah di Eropa. Hanya 6.494 penonton saja menyaksikan partai yang dimenangkan oleh Juve 1-0 itu. "Saya tak tahu kenapa pendukung yang datang ke stadion sangat sedikit. Namun kami hanya berusaha untuk bermain selayaknya kami bermain," ucap Capello.Juve, yang sudah mengoleksi 27 gelar scudetto, merupakan klub yang paling populer di Italia. Namun di kota Turin sendiri, pendukung Juve dikenal kurang fanatik. Kadang, bianconerri mampu mengeruk keuntungan lewat penjualan tiket di bagian Italia lain, ketika mereka gagal melakukannya di Turin. Teori lain soal keenganan penonton menyaksikan pertandingan pertandingan langsung di Turin disebabkan karena tingginya harga tiket dan jadwal kick off yang terlalu larut. Delle Alpi selama ini kerap ditunjuk sebagai stadion yang tak punya hati. Memang, jika dibandingkan stadion kepunyaan klub besar lain seperti Guiseppe Meazza dan Olimpico, stadion yang dibangun 14 tahun lalu itu masih kalah jauh. Jika pertandingan kandang AC Milan dan AS Roma bisa menarik rata-rata 62.808 dan 50.500 penonton ke stadion, maka pertandingan kandang Juve "hanya" menarik rata-rata 26.244 penonton saja.Tak heran dewan klub berencana membangun kembali Delle Alpi dengan menurunkan kapasitas dan menyingkirkan jalur atletik disekitarnya. Tujuannya agar atmosfer di dalam stadion lebih terasa. (mel/)











































