Menuju Akhir dari Era Moratti di Inter

Menuju Akhir dari Era Moratti di Inter

Mohammad Resha Pratama - Sepakbola
Jumat, 20 Sep 2013 16:38 WIB
Menuju Akhir dari Era Moratti di Inter
Getty Images/Claudio Villa
Milan -

Massimo Moratti mengungkapkan bahwa dirinya saat ini tengah memasuki negosiasi tahap akhir dengan Erick Thohir. Ini juga berarti bahwa eranya sebagai bos Inter Milan akan segera berakhir.

Sejak pertengahan tahun ini memang Moratti dan Thohir yang merupakan pengusaha kaya asal Indonesia memang tengah berdiskusi terkait penjualan saham Inter. Disebut Thohir siap membeli 70 persen saham klub asal kota mode itu.

Sempat "tenggelam" karena keenganan Moratti melepas sahamnya sebesar itu, namun pekan ini muncul kabar bahwa keduanya sudah bertemu lagi di Paris dan disebut itu adalah pertemuan final terkait take over klub itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski demikian Moratti belum mau menyebut bahwa dalam waktu dekat Inter akan dilepasnya, mengingat masih ada detil-detil minor yang harus diselesaikan untuk bisa menuntaskan jual beli itu.

"Pertemuan itu bertujuan untuk saling mengenal satu sama lain lebih baik. Penting untuk mencapai rasa saling pengertian antara para pengambil keputusan di sini," ujar Moratti seperti dikutip Soccernet.

"Tidak ada persoalan besar yang harus dituntaskan, tapi belum ada kesepakatan. Masih ada pengusaha lain yang menyokongnya dan kami masih butuh waktu sebulan untuk menuntaskan deal ini," sambungnya.

Apapun pernyataan Moratti, sepertinya Inter tinggal selangkah lagi menjadi milik Inter dan ini artinya rezim Moratti selama 18 tahun berakhir sudah. Sejak ia mengambil alih Inter dari sang ayah, Angelo, Moratti sudah mempersembahkan lima scudetto, satu Liga Champions, satu Piala UEFA, empat Coppa Italia, empat Super Italia, dan satu Piala Dunia Antarklub.

Moratti disebut masih akan terlibat dalam jajaran direksi Inter tapi bukan sebagai presiden lagi. Adanya Thohir sebagai pemilik juga akan menambah pundi-pundi Inter untuk belanja di musim dingin nanti.

"Keluarga saya jelas masih akan terlibat, tapi saya tidak berpikir saya tetap akan jadi presiden."

"Perombakan organisasi ini untuk masa depan juga. Melihat ada pemain yang dihargai 100 juta euro, untuk saat ini kami harus mulai bisa memahami itu, untuk tetap berada di level yang sama, Anda harus merestrukturisasi dalam rangka menghadapi hal-hal seperti ini," demikian dia.

(mrp/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads