Dari delapan pekan berlalu, Roma masih nyaman berada di puncak klasemen dengan nilai sempurna, 24, unggul lima angka dari Napoli serta Juventus di posisi kedua dan ketiga.
Tak hanya sempurna, Roma juga kuat dalam hal serangan maupun bertahan dengan mencetak 22 gol serta hanya kebobolan satu gol.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Garcia jadi aktor penting di balik penampilan luar biasa Roma dan salah satu pemain yang mendapat kredit tersendiri adalah Gervinho. Penyerang Pantai Gading ini bak terlahir kembali pasca dua musim yang buruk bersama Arsenal.
"Gervinho adalah pemain yang sangat sulit ditebak dan dia sulit dihentikan. Tidak banyak pemain yang bisa mendribel bola sepertinya, dia sangat jarang ditemui," tutur Garcia seperti dikutip Football Italia.
Gervinho sejauh ini sudah tampil delapan kali di Seri A dan semuanya dimulai sebagai starter. Dia punya tiga gol serta satu assist, lalu rataan 1,3 shots per laga, tingkat akurasi passing 86,8 persen dan 2,5 dribel per laga.
"Garcia adalah satu-satunya pelatih yang membantuku berkembang. Mencetak dua gol melawan Bologna sangatlah indah dan momen luar biasa. Aku senang bahwa aku bisa membagi pengalaman itu dengan fansku di dalam stadion," timpal Gervinho.
Garcia dan Gervinho memang boleh dibilang bak "bapak-anak" sebab kerjasama keduanya menghasilkan gelar Liga Prancis dan Piala Prancis saat masih sama-sama di Lille.
Foto: Rudi Garcia dan Gervinho melakukan selebrasi pasca membawa Lille juara Ligue 1 2010/2011
(mrp/nds)
