Napoli sudah berupaya terbaik yang bisa dilakukan demi jadi tim besar di Italia dan Eropa. Tapi Partenopei juga sadar kalau karena hidup bukan dongeng cinderella yang selalu happy ending.
Demikian sebagian curhat Presiden Napoli, Aurelio De Laurentiis. Memberi sambutan jelang digelarnya turnamen kelompok umur yang digelar di Kota Naples, De Laurentiis menceritakan pengalaman dia memimpin klub yang dalam beberapa tahun terakhir kembali dianggap di persaingan papan atas Serie A dan bahkan Eropa.
Kenyataan pahit terakhir yang harus ditelan Napoli adalah tersingkirnya mereka dari Liga Champions. Meski punya poin 12, Marek Hamsik dkk kalah bersaing dengan Borussia Dortmund dan Arsenal, yang punya poin sama namun lolos ke 16 besar hanya karena keunggulan selisih gol.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
De Laurentiis, yang adalah produser film, juga menceritakan betapa sulitnya Napoli saat berupaya mendatangkan pemain demi memperkuat skuat yang dipunya.
"Napoli punya realitas yang jelas, tanpa 'jika' dan 'tapi'. Dan kadang sulit untuk meyakinkan pemain untuk datang ke sini. Ini adalah kota yang jika Anda tidak mengetahui sejarah dan orang-orangnya maka Anda tidak akan mengerti, dan itu tidak ada kaitannya dengan Financial Fair Play atau sola harga."
"Kadang saat Anda mencoba bernegosiasi dengan beberapa klub, itu bukan sekadar soal uang," lanjut dia seperti diberitakan Football Italia.
Di kesempatan yang sama, Aurelio De Laurentiis juga mengungkap rencananya untuk pensiun dari dunia sepakbola. Namun pria berusia 64 tahun itu tak menyebut pasti kapan waktu dia akan memasuki periode tersebut.
"Di sepakbola kita tidak bisa berbicara selamanya, siapa yang tahu berapa lama lagi saya akan berbicara soal sepakbola sebelum saya pensiun. Jika saya pensiun, saya hanya akan menyalahkan tubuh saya saja. Cinta saya akan tetap sama... tapi saya juga bisa memasuki periode pensiun," tuntasnya.
(din/din)










































