Pelatih Lazio Diambang Pemecatan
Selasa, 30 Nov 2004 10:20 WIB
Jakarta - Krisis keuangan Lazio berbanding lurus dengan prestasi anak-anak Roma itu di lapangan. Pelatih Domenico "Mimmo" Caso memang tidak diberi target tinggi, tapi ia juga tidak mungkin terus-terusan menuai hasil jeblok.Posisi Caso tengah goyang menyusul rentetan hasil buruk yang dituai Lazio belakangan ini. Dari 10 pertandingan terakhirnya di semua kompetisi, skuad Biancoceleste hanya bisa memetik kemenangan dua kali, namun sampai kalah empat kali.Akibatnya, di Seri A mereka kian dekat dengam zona degradasi, sementara kans lolos dari penyisihan grup Piala UEFA juga semakin kecil. Tak pelak Caso mulai mendapat ejekan dari suporter ketika Lazio ditekuk Cagliari 2-3 di Olimpico akhir minggu lalu.Caso disetujui Presiden Claudio Lotito untuk menggantikan Roberto Mancini yang pindah ke Inter musim ini. Sang presiden menyadari tugas pelatih berusia 50 tahun itu tidak mudah karena tim ini masih sakit karena krisis ekonomi. Itu sebabnya dalam beberapa kesempatan Lotito tetap mendukung Caso."Tidak ada yang bilang kami mengincar gelar scudetto di musim pertamaku ini," kata pengusaha kota Roma itu. "Orang mesti ingat bahwa saya mengambil alih klub ini pada akhir Juli lalu setelah nyaris bangkrut. Target utamaku adalah menyelamatkan Lazio dan membangun sebuah tim yang bisa bersaing di level atas."Akan tetapi kesabaran Lotito pada Caso tampaknya mulai meleleh. Ia dikabarkan memanggil sang aristek untuk berbicara dengannya usai kekalahan dari Cagliari. Maka muncullah spekulasi bahwa Caso tak punya banyak waktu lagi untuk memperbaiki polesannya. Kalau tidak, orang lain akan datang.Dilaporkan Channel4, Senin (29/11/2004), sudah ada beberapa nama yang masuk bursa calon pengganti Caso, yaitu eks pelatih Siena Giuseppe Papadopulo, bekas pelatih Torino Giancarlo Camolese, legenda Italia Dino Zoff, dan asisten Caso saat ini, Cristiano Bergodi. (a2s/)










































