Kembali berhadapan dengan Juventus, AS Roma diminta lebih baik dalam menghadapi situasi bola mati. Pelatih tim 'Serigala' Rudi Garcia berkaca dari kekalahan di pertemuan sebelumnya.
Roma akan menjamu Juve di Stadion Olimpico, Rabu (22/1/2014) dinihari WIB nanti, di babak perempatfinal Coppa Italia. Menatap laga ini, Giallorossi tentu masih teringat kekalahan telak di Juventus Stadium, 5 Januari silam di ajang liga.
Selain kalah dengan skor mencolok 0-3, itu merupakan hasil negatif pertama Roma sepanjang musim ini. Situasi persaingan titel di Serie A pun turut berubah sejak laga tersebut, di mana Roma kini tertinggal delapan poin dari 'Si Nyonya Besar' di puncak klasemen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berbekal kekalahan di pertemuan sebelumnya, Garcia meminta anak-anak asuhnya untuk lebih baik dalam menghadapi bola mati. Catatan menunjukkan ketiga gol Juve memang tercipta dari bola mati. Gol pertama Juve berawal dari lemparan ke dalam, dilanjutkan gol dari skema tendangan bebas, dan yang terakhir dari titik putih.
Selain itu, Garcia ingin timnya lebih efisien dalam menyerang. Di pertemuan pertama, kendati unggul penguasaan bola dengan 59% berbanding 41%, Roma hanya mampu menciptakan empat tendangan tepat target. Sementara Juve punya lima upaya mengarah ke gawang, tiga di antaranya berbuah gol.
"Kami perlu lebih baik dalam menangani set piece, karena kami kebobolan tiga gol dari situasi bola mati melawan Bianconeri. Kami juga perlu meningkat dalam melakukan serangan," kata Garcia seperti dilansir situs resmi klub.
"Kami bisa melakukan segalanya, membangun pergerakan menyerang, melakukan serangan balik, bertahan dan mengamankan pertandingan, tapi jika kami ingin lolos ke empat besar, kami perlu menampilkan performa yang hebat. Kami selalu tampil lebih baik jika kami menatap pertandingan dengan antusias," tandas pelatih asal Prancis ini.
(raw/roz)










































