Pogba Masih Sakit Hati kepada Fergie

Pogba Masih Sakit Hati kepada Fergie

Mohammad Resha Pratama - Sepakbola
Kamis, 23 Jan 2014 01:53 WIB
Pogba Masih Sakit Hati kepada Fergie
Getty Images/Claudio Villa
Turin -

Sudah dua musim Paul Pogba meninggalkan Manchester United. Tapi gelandang Prancis itu masih menyimpan rasa sakit hati terhadap klub itu dan terutama Sir Alex Ferguson.

Pogba bermain di MU sejak 2009 atau saat umurnya masih 16 tahun usai dibeli dari Le Havre. Selama tiga tahun berseragam 'Setan Merah', Pogba memang jarang dapat kesempatan main meski ia digadang-gadang sebagai calon bintang saat itu.

Total cuma tujuh penampilan dibuat Pogba selama bermain di MU dan ia akhirnya meninggalkan klub itu tahun 2012, karena menolak perpanjangan kontrak yang disinyalir karena permasalahan gaji.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah setahun lebih berada di Italia, Pogba kembali disinggung terkait masa-masa dia bermain untuk MU. Pemain 20 tahun itu mengaku masih menyimpan rasa kesal kepada MU dan juga Fergie yang tak pernah memberinya kepercayaan untuk masuk tim inti.

Salah satu contohnya adalah di Desember 2011 saat MU menghadapi Blackburn Rovers, yang jadi perayaan ulang tahun ke-70 Fergie. Saat itu MU dilanda krisis gelandang dan Fergie sedang menghukum tiga pemainnya yakni Wayne Rooney, Jonny Evans, dan Darron Gibson.

Alih-alih memainkan Pogba di lini tengah, Fergie malah menurunkan Rafael Da Silva yang notabene adalah bek kanan untuk berduet dengan Park Ji Sung. Alhasil MU pun kalah 2-3 saat itu.

"Benar-benar momen yang sangat sulit untukku karena aku sangat mencintai Manchester dan aku adalah Mancunian," tutur Pogba kepada Canal+ seperti diwartakan Soccernet.

"Saat itu adalah laga kontra Blackburn di Desember 2011 dan digelar di Old Trafford," sambungya.

"Paul Scholes sudah pensiun, Darren Fletcher cedera. Tidak ada lagi pemain tengah tersisa. Dan aku saat itu sudah berlatih dan mulai bermain lebih baik sedikit demi sedikit. Pelatih tidak pernah berhenti bilang padaku, 'Kamu belum cukup bagus."

"Dan aku tidak mengerti. Maksudnya belum cukup bagus untuk apa? Dari mendapatkan waktu bermain? Bermain di atas lapangan? atau apa? Dan akhirnya Rafael dimainkan di lapangan dan aku sangat kecewa. Aku kecewa dan tak mengerti keputusan ini,"paparnya.

Hal itu kemudian yang bikin Pogba kecewa bukan kepalang dan akhirnya ia memutuskan menerima pinangan Juventus musim panas tahun 2012. Keputusan yang tepat karena ia berkembang menjadi pemain yang lebih baik dan saat ini adalah salah satu anggota tim inti 'Si Nyonya Besar'.

"Aku benar-benar kehilangan hal itu, hubunganku dengan pelatih. Aku benar-benar kecewa, sangat kecewa. Aku seperti ditekan dan itu membuka mataku. Lalu aku memutuskan pindah ke Juventus. Dan tak ada yang perlu aku sesali saat ini," demikian dia.

(mrp/nds)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads