Bersama wakil presiden klub Adriano Galliani, Balotelli menjadi salah satu sasaran kekecewaan ratusan pendukung garis keras Milan yang melakukan demonstrasi di San Siro, menjelang dan sepanjang laga tim kesayangannya melawan Parma tadi malam.
Malang buat Rossonerri, bukannya kemenangan melainkan kekalahan yang kembali didapatkan. Parma menang 4-2 untuk memberi Milan kekalahan keempat beruntun dari lima laga terakhirnya di seluruh kompetisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sacchi pernah melatih Milan pada dua periode pada 1987-1991 dan 1996-1997. Selama kurun waktu itu, Milan diantarnya meraih sejumlah trofi termasuk satu Scudetto dan dua gelar Liga Champions.
"Balotelli? Dia jelas memiliki bakat, tapi itu bukan berarti cukup. Dia harus mendapatkan sebuah lingkungan yang positif, sebuah pertandingan yang akan membantu dia dan sebuah tim yang cocok dengan kualitasnya," sahut Sacchi yang dikutip Football Italia.
"Tidak diragukan lagi dia tidak cukup banyak menolong. Dia juga belum dewasa sebagai seseorang. Di level teknik dia memiliki bakat yang luar biasa -- saya pun terkesan saat melihat dia di Inter tapi itu tidak cukup."
"Hanya seorang individu tidak akan bisa mengatasi sebuah masalah yang kompleks, yang sekarang menjadi masalah Milan adalah soal permainan," imbuh Sacchi.
(rin/krs)










































