Juve Ingatkan Donadoni pada Milan Era Capello

Juve Ingatkan Donadoni pada Milan Era Capello

- Sepakbola
Selasa, 25 Mar 2014 20:08 WIB
Juve Ingatkan Donadoni pada Milan Era Capello
Getty Images Sport/Marco Luzzani
Parma - Jelang menghadapi Juventus, pelatih Parma Roberto Donadoni melontarkan sanjungan untuk lawannya itu. Bianconeri disebutnya seperti AC Milan kala berjaya ditangani Fabio Capello.

Parma akan bertandang ke Juventus Stadium, Kamis (27/3/2014) dinihari WIB esok. Sebagai tuan rumah dan pemuncak klasemen, Juve jelas lebih diunggulkan ketimbang tim tamu yang tertinggal 31 poin di posisi lima klasemen.

Meski demikian, Parma diyakini bisa menyulitkan 'Si Nyonya Besar'. Salah satu indikatornya adalah Gialloblu saat ini tengah dalam rentetan 17 laga tak terkalahkan di liga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tapi Donadoni sendiri memilih datang ke laga nanti dengan tanpa target macam-macam. Pelatih 50 tahun itu menyebut Juve sebagai kekuatan besar layaknya kapal perang hebat.

Kenyataannya memang anak asuh Antonio Conte superior dalam tiga musim terakhir, di mana mereka adalah juara bertahan selama dua musim dan kini mengincar gelar ketiga berturut-turut.

Dia lantas membandingkan Juve dengan Milan era 1991-1996, yang berjaya dengan memenangi empat scudetto hanya dalam lima tahun. Donadoni sendiri termasuk dalam anggota skuat Diavolo Rosso di periode tersebut.

"Anda harus menghormati laju kemenangan mereka dan mengakui prestasi mereka," kata Donadoni kepada Il Giornale dikutip Football Italia.

"Juve adalah kapal perang yang hebat, mereka mengingatkanku pada Milan saat ditangani Fabio Capello, sebuah tim yang memenangi empat Scudetto dalam lima tahun. Bahkan dalam laga-laga yang kini lebih sulit, mereka punya pukulan yang bisa menentukan," lanjutnya.

"Target saya? Saya tidak tahu. Kenapa begitu? Karena para pemain di Parma sudah mengejutkan saya. Mereka berkata pada saya 'Mister, kami yakin dengan kualitas kami'."

"Bagi saya, bisa melihat (Marco) Parolo, (Gabriel) Paletta, dan (Antonio) Cassano di Piala Dunia itu sudah terasa seperti sebuah scudetto," demikian eks pelatih tim nasional Italia ini.

(raw/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads