Saat datang ke AC Milan Jeremy Menez mengeluhkan kondisi dirinya yang tidak konsisten bikin gol di AS Roma dan Paris Saint Germain. Empat bulan di San Siro, dia sudah memecahkan rekor golnya di kompetisi liga.
Menez membuka gol kemenangan Milan saat berhadapan dengan Napoli di San Siro, Senin (15/1/2014) dinihari WIB. Gol tersebut tercipta dari aksi individunya mengandalkan kecepatan untuk menerobos kawalan dua pemain bertahan lawan dan dengan jitu mengarahkan bola ke tiang jauh. Milan pada akhirnya menuntaskan perjamuan terhadap Partenopei dengan keunggulan 2-0 setelah Giacomo Bonaventura menggandakan skor di awal babak kedua.
Buat Menez, gol di menit enam tersebut merupakan yang kedelapan yang dia buat dari 14 penampilan di Serie A. Jumlah tersebut sudah membuat penyerang 27 tahun itu melewati rekor golnya di kompetisi domestik yang berjumlah tujuh saat memperkuat PSG (2011/2012) dan AS Monaco (2006/2007 dan 2007/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh Inzaghi, Menez diberi posisi yang sangat dia idamkan yakni sebagai penyerang tengah - kondisi yang tidak dia dapat di PSG karena mengalah pada Zlatan Ibrahimovic dan terpaksa bermain melebar ke kanan. Dan sejauh ini Menez membuktikan kalau dirinya memang patas mendapat posisi tersebut. Padahal persaingannya untuk mendapat posisi tersebut tidak mudah lantaran ada Fernando Torres serta Giampaolo Pazzini.
"Saya merasa bagus, tim ini membantu saya, jadi saya bisa bermain dengan kepala jernih. Inzaghi selalu punya kepercayaan pada saya dan saya harus membayarnya di lapangan. Saya tidak boleh membuat kesalahan atau membuatnya kecewa," ucap Menez usai laga dinihari tadi.
Dengan delapan gol yang sudah dibuatnya, Menez berulang kali menjadi penyelamat Milan dan menjaga asa klub tersebut untuk terus menjadi pesaing untuk masuk tiga besar. Saat tekanan pada Inzaghi makin kencang lantaran melalui lima laga beruntun tanpa menang, Menez muncul dengan dua gol yang mengantar Diavolo Rosso menundukkan Udinese 2-0.
Menez sejauh ini juga mematahkan anggapan kalau dirinya berpotensi jadi biang masalah di Milan. Asal tahu saja, Menez dikenal punya kerap bermasalah dengan sikapnya. Hal mana membuat dia sempat berkonfrontasi dengan pelatihnya di AS Roma dan PSG.
Dengan Milan kini hanya berjarak dua poin dengan zona Liga Champions, Menez masih punya satu tugas lagi sebelum pergantian tahun. Pekan depan dia harus membantu Rossoneri meraih poin maksimal di Stadion Olimpico, menghadapi AS Roma yang pernah dibelanya dalam selang 2008 sampai 2011.
(din/mfi)











































