Tahun 2014 jadi periode yang ingin secepatnya dilewati dan dilupakan AC Milan. Tiga kali berganti pelatih, sempat mendekati zona degradasi dan menutup musim tanpa tiket ke Liga Champions. Rossoneri compang-camping sepanjang tahun.
Milan membuka 2014 dengan melakukan pergantian pelatih. Massimiliano Allegri diberhentikan dari posisinya pada 13 Januari. Mauro Tassotti ditunjuk menjadi caretaker, sebelum Clarence Seedorf didapuk jadi allenatore baru untuk Christian Abbiati dkk.
Masih di bulan yang sama, Milan dapat hasil buruk lain menyusul tersingkirnya merek dari ajang Copa Italia. Di pekan ketiga mereka didepak Udinese pada babak perempatfinal. Meski Rossoneri tengah tertatih, kekalahan tersebut dianggap menjadi kejutan lantaran Udinese ketika itu juga berada di paruh bawah klasemen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Serie A, Milan tidak bisa memanjat tinggi ke papan atas. Saat kompetisi akhirnya tuntas, mereka cuma bisa duduk di urutan delapan. Jangankan ke Liga Champions, tiket ke Liga Europa pun tidak didapat.
Di paruh kedua tahun (musim 2014/2015), penampilan Milan dianggap membaik. Filippo Inzaghi dinilai mampu memberi sentuhan baru untuk Milan. Konsistensi masih jadi pekerjaan rumah, tapi Pippo menutup musim dengan hasil yang cukup memuaskan setelah mengalahkan Napoli dan mengimbangi Roma di Olimpico.
Hal positif lain yang didapat Milan di paruh kedua 2014 adalah mulai meningkatnya jumlah penonton yang datang langsung ke San Siro. Setelah 16 pertandingan Serie A dilewati, rata-rata penonton di San Siro adalah yang tertinggi di Italia.
Untuk setiap laga kandang, rata-rata ada 45.978 penonton datang ke San Siro - meningkat 15,3% dibanding tahun lalu. Milan mengalahkan Roma yang rata-rata jumlah penonton per laga adalah 40.467 orang dan Juventus (38.475 penonton per laga).
Di sepanjang 2014 Milan tampil pada 41 pertandingan di semua kompetisi. Dari jumlah tersebut mereka cuma bisa mengumpulkan 19 kemenangan (46,3%), sembilan hasil imbang dan 13 kali kalah. Ada 62 gol dibuat pemain-pemain Milan, dengan total bola yang masuk ke gawang berjumlah 49.
Khusus di Serie A, ada 37 pertandingan dijalani Milan. Dari 18 kemenangan, sembilan imbang dan 10 kekalahan ada 63 poin berhasil didapat. Sementara selisih golnya adalah 57:41
Pada Liga Champions Milan menderita dua kekalahan, memasukkan satu gol dan kebobolan lima kali. Sedangkan di Copa Italia mereka tampil pada dua laga dengan hasil sekali menang dan sekali kalah, sementara selisih golnya adalah 4:3.
Milan di 2014, seperti dikutip dari situs resmi Rossoneri:
TOTAL: 41 pertandingan, 19 menang, 9 imbang, 13 kalah (62:49).
SERIE A: 37 pertandingan, 63 poin, 18 kemenangan, 9 imbang, 10 kekalahan (57:41).
LIGA CHAMPIONS: 2 pertandingan, 2 kalah, (1:5).
COPA ITALIA: 2 pertandingan, 1 menang, 1 kalah (4:3).
Januari: Milan-Atalanta 3-0, Sassuolo-Milan 4-3, Milan-Spezia 3-1, Milan-Verona 1-0, Milan-Udinese 1-2, Cagliari-Milan 1-2.
Februari: Milan-Torino 1-1, Napoli-Milan 3-1, Milan-Bologna 1-0, Milan-Atletico Madrid 0-1, Sampdoria-Milan 0-2.
Maret: Milan-Juventus 0-2, Udinese-Milan 1-0, Atletico Madrid-Milan 4-1, Milan-Parma 2-4, Lazio-Milan 1-1, Fiorentina-Milan 0-2, Milan-Chievo 3-0.
April: Genoa-Milan 1-2, Milan-Catania 1-0, Milan-Livorno 3-0, Roma-Milan 2-0.
Mei: Milan-Inter 1-0, Atalanta-Milan 2-1, Milan-Sassuolo 2-1
Agustus: Milan-Lazio 3-1.
September: Parma-Milan 4-5, Milan-Juventus 0-1, Empoli-Milan 2-2, Cesena-Milan 1-1.
Oktober: Milan-Chievo 2-0, Verona-Milan 1-3, Milan-Fiorentina 1-1, Cagliari-Milan 1-1.
November: Milan-Palermo 0-2, Sampdoria-Milan 2-2, Milan-Inter 1-1, Milan-Udinese 2-0.
Desember: Genoa-Milan 1-0, Milan-Napoli 2-0, Roma-Milan 0-0.
Top Skorer 2014:
Balotelli: 9
Honda dan Menez: 8
Kaka: 5
Rami, Taarabt, De Jong: 4
Pazzini, Muntari, Bonaventura: 3
Montolivo, Robinho: 2
Mexes, Cristante, F.Torres, El Shaarawy: 1 goal
(din/rin)










































