Mencetak 13 gol dan 11 assist bersama Torino musim lalu serta melajukan Il Toro ke Liga Europa, membuat Cerci jadi incaran banyak klub besar Eropa. Akhirnya Atletico lah yang beruntung usai membelinya dengan banderol 20 juta euro.
Cerci diharapka bisa menajamkan lini serang Atletico yang baru saja ditinggal Diego Costa. Bersama Costa, ada dua pemain depan lainnya yang juga dibeli yakni Mario Mandzukic dan Antoinne Griezmann.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak ayal ini membuat Cerci gerah dan ketika bursa transfer Januari dibuka, pemain 27 tahun itu tak ragu-ragu menerima pinangan AC Milan yang sudah ngebet padanya sejak musim panas lalu. Cerci akan berseragam Rossoneri hingga 18 bulan ke depan.
Terkait performa buruknya selama di Atletico, Cerci sama sekali tak mau menyalahkan Simeone. Sebab apa yang terjadi memang akibat dirinya tak bisa membuktikan diri kepada Simeone, bahwa dia cukup baik untuk menjadi pemain inti.
"Ketika segalanya berjalan tidak baik, maka itu bukan salah pelatih," ujar Cerci di Football Italia.
"Itu salah pemain. Saya selalu bersedia jika dimainkan, tapi saya baru tiba di penghujung bursa transfer musim panas dan tidak dalam kondisi bagus," sambungnya.
"Saya coba kembali ke performa terbaik secepat mungkin, tapi ketika Anda berada di klub di mana segalanya sudah berjalan baik, maka akan sulit untuk menggeser pemain lain."
"Saya menyalahkan diri saya sendiri, saya coba mengubah pandangan pelatih, tapi saya tidak bisa," demikian dia.
(mrp/cas)











































