Kok Begitu, Rossoneri?
Selasa, 01 Feb 2005 16:36 WIB
Yogyakarta - Dua kekalahan berturut-turut bukan hal yang biasa bagi tim sekelas Milan. Apalagi kualitas dua tim yang mempermalukan mereka jauh di bawah. Ada apa denganmu, Milan?Siapa yang kenal sebuah tim bernama Livorno sebelum masuk ke Seri A? Juga Bologna, bukankah tim ini biasa menghuni papan tengah di level Seri A? Lalu kenapa Milan bisa keok oleh kedua tim itu (masing-masing dengan skor 0-1)?Sebuah tanda tanya besar mungkin muncul di benak seluruh tifosi AC Milan saat ini. Dida di bawah mistar, Paolo Maldini dan Alessandro Nesta di depannya; Genarro Gattuso, Andrea Pirlo dan Kaka sebagai penyambung antarlini; dan Andriy Shevchenko sebagai goalgetter-nya. Kualitas pemain AC Milan memang tidak ada duanya.Tapi dua kekalahan dari tim papan tengah-bawah itu tentu saja mengagetkan semua orang. Dengan kualitas pemain yang dimilikinya Milan harusnya menang mudah dari mereka.Apakah karena Milan kehilangan striker-striker terbaiknya itu? Apakah Carlo Ancellotti salah mengatur strategi? Mungkin saja.Anceloti pun harus meramu strategi yang pas untuk menutup lubang yang dimiliki timnya di lini depan. Hernan Crespo dan John Dahl Tomasson hingga saat ini masih belum bisa menemukan form terbaiknya. Apalagi Ancelotti tidak bisa menambah skuadnya lagi setelah bursa transfer tahap kedua sudah tertutup.Tapi yang terpenting dari itu semua adalah menjadikan kekalahan yang telah terjadi menjadi pelajaran. Guru yang paling baik adalah pengalaman.Pertandingan melawan Messina Rabu (2/2/2005)besok menjadi bukti bagaimana membuat masa lalu menjadi sebuah pengalaman yang baik. Rosonerri yang ditaklukkan Messina 1-2 saat laga pertama di San Siro harus bisa membalas. Selain untuk memperpendek jarak antara Juventus yang terpisah 5 poin, reputasi klub dari kota mode Milan dan milik perdana menteri Silvio Berlusconi ini juga dipertaruhkan. Tidak ada seorangpun tifosi AC Milan yang ingin melihat timnya terpuruk, ya 'kan? (a2s/)











































