Bellissima, perfetto! Indah, luar biasa! Kata-kata itu rasanya pas untuk menggambarkan suasana rumah Juventus, Juventus Stadium, di Kota Turin.
Suhu kota Turin yang mendekati 5 derajat celcius terasa menusuk sampai membuat kulit ini terasa kering. Untung saja atmosfer stadion cukup hangat berkat kehadiran ribuan Juventini yang mendukung timnya menghadapi Fiorentina di ajang Coppa Italia.
detikcom dapat kesempatan mengunjungi Stadium Juventus, Kamis (5/3/2015) kemarin atas undangan Fiat dan PT Garansindo Inter Global. Dalam laga tersebut hampir seisi stadion diisi tifosi Juventus. Kecuali satu sesi saja pada bagian kiri stadion yang diperntukkan bagi fans La Viola.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut official Juventus Stadium, Claudia Pianesi, yang mengantar rombongan PT Garansindo Inter Global dan wartawan Indonesia berkeliling di stadion (Walk About) sebelum pertandingan semifinal Coppa Italia dimulai, Delle Alpi dihancurkan tahun 2008 untuk kemudian dibangun ulang menjadi stadion yang berdiri sekarang.
βSemuanya hancur, kemudian tahun 2009 mulai dibangun lagi dan diresmikan tahun 2012,β ujarnya dalam bahasa Italia yang diterjemahkan.

Dalam kesempatan tur tersebut, detikcom pun bisa melihat kamar ganti pemain-pemain, atau melihat cold tunnel, istilah untuk lorong di stadion tempat kedua pemain bertemu dan berbaris sebelum memasuki stadion. Bahkan Juventus pun memberi kesempatan bagi saya untuk memotret suasana di pinggir lapangan saat para pemain tengah pemanasan. Gila!
Beberapa presenter TV sibuk bercakap-cakap dengan para tamunya di pinggir lapangan. Ada juga artis Italia yang tengah diwawancara oleh Juventus TV.

Di beberapa bagian stadion, Anda bisa melihat foto-foto pemain legendaris Juve seperti Michel Platini, Alessandro del Piero, atau Zinedine Zidane.
Stadion ini pastinya sangat modern. Seperti stadion di Eropa pada umumnya, Juventus Stadium juga memiliki bagian untuk memamerkan trofi serta penghargaan yang sudah diraih.
Di sisi atas stadion yang interiornya didesain oleh perusahaan otomotif Pininfarina, ada simbol-simbol yang menunjukkan jumlah piala yang dicapai Juventus lengkap dengan tahun-tahunnya.
Pada tribun atas, ada box VIP yang kebetulan diduduki oleh detikcom. Kursi VIP yang disebut Sky Box ini disiapkan bagi para sponsor-sponsor besar 'Si Nyonya Besar'. Sebut saja brand seperti Nike, atau Fiat. Saya duduk di box khusus untuk Fiat.
Sambil menikmati berbagai hidangan khas Italia seperti Lasagna dan Polo Arosto (ayam panggang), atau minuman lainnya, terasa asyik menikmati pertandingan.
"Pokoknya Bellissima, perfecto!," seru Chief Marketing Officer PT Garansindo Inter Global, Rieva Muchsin.
Sesekali terdengar suara makian tifosi Juve kepada penonton VIP yang duduk di box Juventus. Sky Box Juventus memang terletak persis di samping Sky Box-nya Fiat. Entah kepada siapa makian itu mereka ucapkan, tetapi pastinya kepada penonton di tribun utama VIP Juventus.
"Itβs a bad words,β ujar Nicoleta, seorang wanita cantik dari agensi Juventus, sambil tersenyum, ketika saya tanya soal arti ucapan yang diteriakkan tifosi Juve.

Namun teriakan tifosi Juve sempat terhenti ketika Mohamed Salah melesakkan dua golnya ke gawang Juventus. Tetapi mereka terus memberikan dukungan meski akhirnya Juventus harus mengakui kekalahan dari tamunya Fiorentina.
Di akhir pertandingan, ternyata kami diberi kesempatan menemui beberapa pemain Juventus. Wahβ¦
"Ini merupakan bagian dari Walk About,β ujar Claudia Pianesi.
Satu per satu pemain Juventus muncul dari lorong kamar ganti dan menyapa kami, beberapa penggemar yang secara khusus diperbolehkan Juventus untuk menyapa mereka. Wajah mereka memang agak muram setelah kalah, seperti Paul Pogba yang tampak berjalan sedikit pincang. Pogba tidak bersedia mendekati ketika kami meminta dia untuk berfoto.
Namun untung saja, pemain lain masih bisa ceria dan memberi tanda tangannya atau berpose.
"Aku gak ngerti bola, tetapi mau difoto bareng pemain bola," ujar PR PT Garansindo Inter Global, Faby Tsui, yang bersemangat saat berpose dengan kiper Gialuigi Buffon.
Pengalaman berkeliling stadion Juventus memang mengasyikkan dan tak terlupakan. Pokoknya Bellissima!
(ddn/din)











































