Ambrosini Tunggu Di-Coloccini-kan

Ambrosini Tunggu Di-Coloccini-kan

- Sepakbola
Jumat, 04 Feb 2005 13:56 WIB
Jakarta - AC Milan akhirnya sadar bahwa Fabricio Coloccini harus dijual agar bisa sering main dan karirnya tak terhambat. Kesadaran macam ini semestinya berlaku pula tatas Massimo Ambrosini.Demikian secara tidak langsung diutarakan agen Ambrosini, Moreno Roggi, mengenai nasib pemain berusia 27 tahun itu. Faktanya, dalam tiga musim terakhir pria setinggi 182 cm itu selalu dinomorduakan.Sebelum musim ini dimulai petinggi Milan sempat berujar akan lebih memperhatikan Ambrosini. Sikap protektif juga diperlihatkan manakala ada klub lain yang menggoda gelandang bertahan yang punya daya juang tinggi itu. Namun nyatanya pelatih Carlo Ancelotti belum bisa memainkan Ambrosini sebagai starter. Ia mesti jungkir balik bersaing terutama dengan Clarence Seedorf, Gennaro Gattuso, dan belakangan pemain baru Vikash Dhorasoo.Kabar terakhir menyebutkan, Fabio Capello mengisyaratkan rencananya menggaet Ambrosini ke Delle Alpi. Pelatih Juventus itu konon sudah lama menyukai karakter permainan pemain yang mengawali karirnya di klub Cesena itu."Massimo pantas memperoleh respek yang lebih besar. Di akhir musim kami akan mengevaluasi apakah dia mesti bertahan di Milan atau tidak. Tapi dia disukai Fabio Capello dan saya tak dapat menepis bahwa bisa saja dalam beberapa bulan ke depan Juve akan memanifestasikan ketertarikan mereka itu," ungkap Moreno Roggi.Ambrosini pertama kali bergabung dengan Milan pada musim panas 1995. Pada musim 1997/1998 pemilik nomor punggung 23 itu sempat dipinjamkan ke Vicenza, lalu tak pernah lagi meninggalkan San Siro sampai sekarang.Sudah lebih dari 200 kali Ambrosini memperkuat Rossoneri dan ikut mencicipi tiga kali gelar scudetto, satu title Liga Champions dan satu Coppa Italia. Milan belum lama ini resmi menjual bek muda Argentina Fabricio Coloccini ke Deportivo La Coruna, setelah berturut-turut dipinjamkan ke Alaves, Atletico Madrid, dan Villareal. Milan tak bisa lagi mengekang Coloccini karena sadar pemain yang bersangkutan perlu banyak main demi karirnya, termasuk agar tidak kehilangan kans memperkuat negaranya di Piala Dunia 2006. Bagaimana dengan Ambrosini? (a2s/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads