Kekalahan dari Fiorentina membuat posisi Filippo Inzaghi tersudut. Sebelumnya, dia masih mendapatkan dukungan dari petinggi klub. Namun, setelah kekalahan tersebut, Inzaghi sendiri pesimistis akan masa depannya.
Dengan mandeknya Milan di tangan Inzaghi, wajar kalau rumor dia bakal dipecat bermunculan belakangan ini. Malah, Milan disebut-sebut sudah mendekati pelatih Empoli, Maurizio Sarri.
Namun, sebelum pertandingan melawan Fiorentina, rumor tersebut dibantah sendiri oleh wakil presiden Milan, Adriano Galliani. Pria berkepala plontos itu bahkan menyuarakan dukungan kepada Inzaghi dengan berseru, "Forza Pippo!"
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemecatan memang bukanlah hal yang dia inginkan. Tapi, dari pernyataan yang keluar dari mulutnya, mantan penyerang Juventus dan Milan itu mengakui kalau posisinya bisa jadi tidak aman.
"Kalau mereka mempertahankan saya, maka bagus. Kalau tidak, saya akan melanjutkan jalan saya dan bekerja di tempat lain. Ini adalah tipe pekerjaan yang saya cintai meski pekerjaan itu kadang-kadang mendatangkan malam-malam seperti ini. Tapi, itulah sepakbola," ucap Inzaghi.
Inzaghi, yang kenal Milan luar-dalam dan pernah membesut tim primavera, awalnya diharapkan bisa membangkitkan Milan. Dia mengawali musim dengan baik dengan mengantarkan Milan meraih dua kemenangan beruntun di liga --atas Lazio dan Parma.
Namun, begitu memasuki pertengahan Oktober, performa Milan mulai angin-anginan. Mereka sempat melalui lima pertandingan tanpa meraih kemenangan. Sudah begitu, dari periode 26 Oktober-14 Desember, Milan cuma mampu meraih dua kemenangan.
Inzaghi mulai goyah. Gosip pemecatan mulai datang. Namun, seperti yang terjadi sebelum laga melawan Fiorentina, petinggi Milan masih membelanya.
Hanya saja, fakta di lapangan membuat rumor tersebut tidak mau pergi. Begitu memasuki tahun 2015, Milan harus menunggu cukup lama untuk meraih kemenangan pertama mereka di liga.
Dari 6 Januari hingga 25 Januari, Milan menjalani empat pertandingan pertama mereka di liga pada tahun 2015 tanpa pernah menang. Dalam empat laga tersebut, mereka kalah tiga kali dan imbang satu kali. Milan baru bisa meraih kemenangan ketika menundukkan Parma 3-1 pada 1 Februari.
Kemenangan atas Parma itu tidak menjadi sebuah titik balik. Pada enam laga berikutnya, Milan hanya mampu meraih satu kemenangan, yakni ketika menundukkan Cesena 2-0. Laga melawan Fiorentina, yang menjadi laga terakhir dari enam laga itu, berujung dengan rasa pahit.
Dari 27 laga di Serie A musim ini, Inzaghi hanya mapu memberikan delapan kemenangan untuk Milan. Sisanya berakhir dengan 11 hasil imbang dan delapan kekalahan.
Persentase kemenangan Inzaghi sampai pertengahan Maret ini pun tidak besar, hanya sekitar 33%. Taktik Inzaghi yang pada dua pertandingan awal mendapatkan pujian, kini mulai disorot habis-habisan.
Pemilihan starting XI Inzaghi juga seringkali tak tepat. Ambil contoh ketika Milan ditaklukkan Juventus 1-3 pada Februari lalu. Ketika itu, Inzaghi memutuskan untuk memasang Michael Essien dan Sulley Muntari di tengah. Namun, apa daya, Essien dan Muntari yang dikiranya punya fisik kokoh tidak mampu menghadang seorang pemain Juventus bernama Paul Pogba.
(roz/krs)











































