Final-final Coppa Italia Lima Musim Terakhir

Final-final Coppa Italia Lima Musim Terakhir

Rossi Finza Noor - Sepakbola
Selasa, 19 Mei 2015 13:41 WIB
Final-final Coppa Italia Lima Musim Terakhir
Getty Images/Valerio Pennicino
Roma -

Dalam lima musim terakhir, Inter Milan dan Napoli, jadi tim yang paling sering mengoleksi trofi juara Coppa Italia. Musim ini, tidak ada Inter dan Napoli yang memperebutkan trofi juara. Dua tim yang akan memperebutkan trofi juara musim ini adalah Juventus dan Lazio.

Laga antara Juventus dan Lazio akan dihelat di Stadion Olimpico, Roma, pada Kamis (21/5) dinihari WIB. Juventus akan berusaha untuk meraih gelar ke-10 mereka di Coppa Italia sekaligus memperbesar kans mereka meraih treble musim ini. Sementara itu, Lazio berupaya untuk mendapatkan gelar ke-7 mereka di Coppa Italia.

Juventus terakhir kali berlaga di final pada tahun 2012, di mana ketika itu mereka takluk 0-2 dari Napoli. Sedangkan Lazio terakhir kali berlaga di final pada tahun 2013. Kala itu, Lazio menang 1-0 atas rival sekota mereka, AS Roma.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut adalah rekap dari final-final Coppa Italia dalam lima musim terakhir.

2009/2010: Inter 1-0 Roma

Ini adalah musim di mana Inter merajai Italia dan Eropa. Dengan Jose Mourinho duduk di kursi pelatih, Inter sukses menjuarai Liga Italia, Coppa Italia, dan Liga Champions.

Di Coppa Italia musim ini, Inter melaju ke final setelah menyingkirkan Juventus di perempatfinal dan Fiorentina di semifinal. Mereka pun berhadapan dengan AS Roma pada laga final yang dihelat di Olimpico, 5 Mei 2010.

Pada laga tersebut, Inter menurunkan kekuatan terbaiknya. Sementara dari kubu Roma, kapten Francesco Totti memulai laga dari bangku cadangan. Totti kemudian dimasukkan pada menit ke-46 --menggantikan David Pizarro-- namun mendapatkan kartu merah pada menit ke-87.

Satu-satunya gol pada laga ini diciptakan oleh Diego Milito pada menit ke-39. Gol tersebut amat khas dengan tipikal permainan tim besutan Mourinho.

Gol bermula dari kegagalan Roma membangun serangan di area tengah lapangan. Esteban Cambiasso dan Maicon melakukan pressing ketat terhadap Mirko Vucinic. Imbasnya, Vucinic pun salah oper dan bola jatuh ke kaki Thiago Motta. Dengan cepat Motta langsung mengirimkan umpan terobosan kepada Diego Milito.

Milito dengan cepat langsung menggiring bola ke dalam kotak penalti. Meski saat itu ditempel ketat oleh tiga orang pemain, Milito masih bisa melepaskan tembakan dan membobol gawang yang dikawal oleh Julio Sergio.



2010/2011: Inter 3-1 Palermo

Inter tampil di final kali ini dengan Leonardo duduk di kursi pelatih. Pria asal Brasil tersebut menjadi suksesor dari Rafael Benitez yang didepak tak lama setelah membawa Inter menjuarai Piala Dunia Antarklub.

Inter boleh tampil dominan dalam penguasaan bola di laga yang dihelat pada 29 Mei 2011 ini. Namun, Palermo mampu menciptakan lebih banyak peluang. Tercatat, Javier Pastore dkk. ketika itu menorehkan 20 attempts sepanjang laga, tetapi hanya 4 di antaranya yang tepat sasaran.

Sebaliknya, Inter tampil lebih efisien. Dari 11 attempts yang mereka miliki, 7 di antaranya tepat sasaran dan 3 di antaranya berhasil menjadi gol.

Samuel Eto'o membawa Inter unggul 2-0 lebih dulu lewat gol-golnya di menit ke-26 dan 76, sebelum Ezequiel Munoz memperkecil ketertinggalan Palermo pada menit ke-88. Munoz kemudian mendapatkan kartu kuning kedua dan akhirnya harus diusir keluar dari lapangan.

Milito, yang menjadi pahlawan Inter pada final semusim sebelumnya, kemudian melengkapi kemenangan Inter menjadi 3-1 lewat golnya di injury time babak kedua.



2011/2012: Juventus 0-2 Napoli

Juventus melaju ke final pada musim pertama Antonio Conte menjadi pelatih mereka. Dengan keberhasilan ini, Conte jadi pelatih pertama setelah Marcello Lippi yang mampu mengantarkan Juventus ke final Coppa Italia. Sebelum Conte, Lippi terakhir kali melakukannya pada tahun 2004.

Di final yang dihelat pada 20 Mei 2012 ini, baik Juventus ataupun Napoli sama-sama tampil trengginas. Juventus punya 10 attempts (5 on target) sepanjang laga, sementara Napoli menorehkan 9 attempts (3 on target).

Setelah bermain imbang tanpa gol di babak pertama, Napoli akhirnya unggul ketika laga memasuki menit ke-63. Pelanggaran yang dilakukan oleh kiper Juventus, Marco Storari, terhadap Ezequiel Lavezzi membuat wasit Christian Brighi menunjuk titik putih.

Edinson Cavani yang menjadi algojo penalti ketika itu tidak membuang percuma kesempatan. Tendangannya mengecoh Storari dan mengubah skor menjadi 1-0.

Kemenangan Napoli pada laga ini dilengkapi oleh gol Marek Hamsik pada menit ke-83. Hamsik membobol gawang Storari lewat tendangan kaki kanan dari dalam kotak penalti dan memastikan trofi Coppa Italia keempat untuk Napoli.



2012/2013: Roma 0-1 Lazio

Final antara sesama tim ibukota ini dihelat pada 26 Mei 2013 dan dibuka dengan penampilan penyanyi asal Korea Selatan, PSY. Sial bagi pelantun "Gangnam Stye" itu, dia malah mendapatkan cemoohan dari suporter yang hadir di Olimpico.

Roma, yang ketika itu ditangani oleh caretaker Aurelio Andreazzoli, gagal memanfaatkan sejumlah peluang yang dimiliki akibat penyelesaian akhir yang buruk. Sementara Lazio, yang mendapatkan pressing konstan dari Roma di babak kedua, malah mencetak gol ketika laga memasuki menit ke-71.

Gol bermula dari serangan yang dibangun dari sisi kanan. Bola lantas diberikan kepada Antonio Candreva yang langsung menusuk masuk ke dalam kotak penalti.

Umpan Candreva awalnya masih sempat ditepis oleh kiper Roma, Bogdan Lobont. Namun, bola liar langsung disambar oleh Senad Lulic yang ketika itu berdiri tepat di depan gawang Roma.

Lazio pun meraih gelar keenam mereka di Coppa Italia atau yang keempat pada era 2000-an.



2013/2014: Fiorentina 1-3 Napoli

Final yang dihelat pada 3 Mei 2014 ini diawali oleh sebuah insiden tidak menyenangkan. Kerusuhan terjadi di luar stadion dan menghadirkan korban. Dua fans Napoli cedera sementara satu lainnya, Ciro Esposito, kritis lantaran terkena tembakan. Esposito kemudian meninggal dunia pada 25 Juni.

Laga berjalan menarik di babak pertama. Napoli unggul 2-0 lebih dulu lewat dua gol Lorenzo Insigne pada menit ke-11 dan 17. Namun, Fiorentina membalas lewat gol Juan Vargas, 11 menit setelah gol kedua Insigne.

Menjelang babak pertama berakhir, Alberto Aquilani sempat membobol gawang Napoli. Namun, gol gelandang Fiorentina itu dianulir lantaran Aquilani berada dalam posisi offside.

Napoli mencetak gol ketiga mereka lewat tendangan jarak dekat Dries Mertens pada injury time babak kedua. Mertens tidak terkawal dengan baik sebelum akhirnya melepaskan tendangan kaki kiri dari dalam kotak penalti.

Napoli pun meraih gelar kelima mereka di ajang Coppa Italia ini.





(roz/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads