Lazio memulai laga final di Olimpico Roma, Kamis (21/5) dinihari WIB, dengan penuh percaya diri. Mereka bahkan unggul lebih dulu lewat gol Stefan Radu di menit ke-4. Sayangnya keunggulan itu hanya bertahan tujuh menit sebelum Giorgio Chiellini menyamakan skor di menit ke-11.
Setelah itu Lazio boleh dibilang main lebih ngotot ketimbang Juve dengan menekan terus pertahanan lawannya nyaris di sepanjang laga. Statistik mencatat Lazio punya 12 tembakan dengan tiga on target, sementara Juve punya 10 dengan jumlah tembakan tepat sasaran sama.
Ketika laga harus berlanjut ke babak extra time 2x15 menit, Lazio sebenarnya punya kans memimpin andaikan tembakan Filip Djordjevic pda menit ke-93 tak membentur tiang gawang dua kali. Tak lama berselang di menit ke-97 malah Juve yang berbalik unggul 2-1 lewat Alessandro Matri menyusul bola rebound di kotak penalti Lazio.
Punya sisa waktu sekitar 20 menit lebih untuk menyamakan skor, Lazio gagal memanfaatkan peluang yang didapat dan akhirnya bertekuk lutut di hadapan 'Si Nyonya Besar'. Alhasil impian untuk merengkuh trofi Coppa Italia ke-7 mereka pun gagal.
Pelatih Lazio, Stefano Pioli, mengaku anak asuhnya sudah berusaha maksimal untuk memenangi lagi namun memang keberuntungan sedang tidak ada di pihak mereka.
"Laga berjalan seimbang di mana kedua tim tampil maksimal untuk menang. Jelas Anda butuh sedikit keberuntungan untuk menang dan kami tidak memiliki itu," ujar Pioli di Football Italia.
"Kami pantas mendapat hasil yang lebih baik, tapi melihat kualitas lawan kami, saya hanya bisa memuji penampilan para pemain," lanjutnya.
"Memang sangat disayangkan kalau Anda kalah di final dan itu menyakitkan. Tapi inilah sepakbola, berawal dari sebuah insiden dan Juve mampu memanfaatkannya dengan baik. Para pemain saya bermain dengan kualitas dan karakter mereka."
(Mohammad Resha Pratama/Novitasari Dewi Salusi)










































