Stefan De Vrij mengakui Lazio masih merasakan pahitnya kekalahan dari Juventus di final Coppa Italia lalu. Berjumpa lagi dengan sang musuh bebuyutan, 'Si Elang' ingin revans sekaligus hentikan rekor buruk.
Di pertandingan itu, Lazio kalah 1-2 yang berlanjut sampai babak tambahan waktu. Anak asuh Stefan Pioli itu beberapa kali nyaris menciptakan gol tambahan tapi beberapa kali justru menghantam mistar gawang.
Itu adalah kekalahan ketiga beruntun yang diderita Lazio dari Juventus di sepanjang musim 2014-15 usai takluk 0-3 di Olimpico dan 0-2 di Turin. Kini, kedua tim berjumpa lagi dalam Piala Super Italia yang akan diperebutkan di Shanghai, China pada Sabtu (8/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Waktunya sudah tiba untuk kami menghentikan laju negatif melawan Bianconeri: musim lalu kami kalah tiga kali berturut-turut, waktunya untuk mengubahnya."
"Kami tiba di Shanghai tiga hari lebih awal dari mereka dan kami punya waktu lebih banyak untuk menyesuaikan diri. Ini bisa jadi keuntungan bagi kami," sambung De Vrij.
Berbeda dari sebelum-sebelumnya, Juventus kini telah ditinggalkan tiga pemain vitalnya yaitu Carlos Tevez, Andrea Pirlo, dan Arturo Vidal. Namun begitu, Juve tak lupa memperkuat diri dengan menggaet Mario Mandzukic, Paulo Dybala, dll.
"Juventus memang sudah berubah tapi mereka masih kuat bagiku. Di depan, mereka memang tidak lagi diperkuat Tevez tapi ada Mandzukic dan Dybala, yang juga pemain tangguh. Aku siap," kata De Vrij.
(rin/mrp)











































