Serie A 2015/2016: Bisakah 'Si Nyonya Tua' Digulingkan?

Serie A 2015/2016: Bisakah 'Si Nyonya Tua' Digulingkan?

Doni Wahyudi - Sepakbola
Selasa, 18 Agu 2015 13:15 WIB
Serie A 2015/2016: Bisakah Si Nyonya Tua Digulingkan?
Getty Images
Jakarta - Di lima liga domestik teratas Eropa, tidak ada klub yang begitu dominan dalam empat tahun terakhir seperti Juventus. AS Roma melakukan banyak upaya untuk mendongkel Bianconeri, pun begitu dengan Napoli dan AC Milan. Tapi bisakah 'Si Nyonya Tua digulingkan?

Bukan sekadar soal merebut empat Scudetto dalam empat musim terakhir. Dominasi Juventus terlihat juga dari jumlah kekalahan mereka yang cuma berjumlah 10 sejak 2011/2012. Gianluigi Buffon dkk tak terkalahkan saat jadi juara di 2011/12, lima kali tunduk di 2012/13, dua kali kalah di 2013/14 dan tiga kali kalah di musim lalu.

Padahal dalam kurun yang sama Barcelona di Liga Spanyol menelan 14 kekalahan, Real Madrid menderita 18 kekalahan dan Bayern Munich tercatat gagal dapat poin di 15 pertandingan. Manchester City? di empat musim tersebut The Citizens tunduk di 24 laga liga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Juventus menjadi tim yang sepertinya terlalu perkasa untuk koleganya di Italia. Antonio Conte dan Masimilliano Allegri dalam dua tahun beruntun mengantar Juventus menjuarai liga dengan keunggulan 17 poin dari runner up. Juventus yang diprediksi mengalami penurunan saat Conte pergi ternyata bisa melanjutkan hegemoninya.

Sama seperti saat pergantian manajer tahun lalu, Juventus kembali mengalami perubahan besar di musim panas ini. Perubahan itu terjadi dalam wujud kepergian Carlos Tevez, Andrea Pirlo dan Arturo Vidal. Tiga pemain tersebut adalah nadi sukses Juventus dalam beberapa musim terakhir, yang membuat keputusan manajemen Bianconeri melepas mereka jadi tanda tanya besar.

Juventus melakukan pembelian yang dianggap sepadan untuk menggantikan Tevez di depan. Paulo Dybala diboyong dengan harga mahal dari Palermo, juga Mario Mandzukic dan Simone Zaza yang didatangkan dari Atletico Madrid serta Sassuolo. Ada juga Guido Vadala yang diangkut dari Boca Juniors.

Namun transfer yang dilakukan Juventus untuk menopang lini tengah sejauh ini masih jauh dari memuaskan. Sami Khedira yang dibeli dari Real Madrid tidak cukup meyakinkan, terkait seringnya dia masuk ruang perawatan. Sosok Pirlo juga bakal sulit dicari penggantinya.

Dianggap menjadi penantang utama Juventus di musim ini adalah AS Roma. I Lupi yang dua tahun terakhir jadi runner up sudah melakukan hal yang bisa mereka lakukan untuk memperbaiki skuat di bursa transfer musim panas ini, meski pemain-pemain penting yang datang ke Stadion Olympico statusnya cuma pinjam.

Nama terbaru yang masuk skuat Roma adalah Edin Dzeko. Setelah membuat 85 gol di Jerman dan 71 gol di Inggris, striker asal Bosnia itu akan jadi jawaban atas kebutuhan Roma terhadap striker yang subur. Roma tak pernah lagi punya bomber mematikan setelah Gabriel Batistuta 15 tahun lalu. Dzeko juga diharapkan bisa membangun kerjasama yang baik dengan rekan senegaranya Miralem Pjanic.

Nama lainnya adalah Mohamed Salah, yang musim lalu cemerlang dalam periode peminjaman di Fiorentina. Di bawah mistar gawang, Wojciech Szczesny akan menjadi pelapis sempurna untuk Morgan De Sanctis yang sudah berumur 38 tahun. Pemgalaman Szczesny di Liga Champions bisa membuat kiper pinjaman dari Arsenal itu jadi pilihan utama Rudy Garcia di kompetisi Eropa.

Bagaimana dengan Lazio? Setelah musim yang mengejutkan tahun lalu, dengan finis di posisi tiga, Lazio justru sangat tenang di bursa transfer. Tidak seperti beberapa pesaing yang mencoba mendatangkan pemain baru dan top, Lazio memilih fokus untuk mempertahankan pilar-pilarnya dan mencari pemain-pemain muda. Mereka yang ada di daftar pemain baru Lazio musim ini adalah Wesley Hoedt (21), Ravel Morrison (22), Spain Patric (22), dan Ricardo Kishna (20).

Untuk Napoli, bagaimana mereka akan bertarung di Serie A musim depan akan banyak dipengaruhi oleh pergantian pelatih yang dilakukan. Maurizio Sarri akan mencoba meneruskan apa yang sudah dilakukan Rafael Benitez. Keputusan manajemen klub menunjuk pria 56 tahun itu sebagai pelatih menimbulkan banyak pertanyaan.

Sudah menjadi pelatih sejak 1990, Sarri cuma melatih klub-klub kecil di Italia. Salah satu prestasi terbesar yang dia raih adalah mengantar Empoli promosi ke Serie A pada musim 2013/2014.

Bakal diprediksi bisa mengusik persaingan di papan atas adalah AC Milan. Rossoneri melakukan banyak perombakan di skuatnya, termasuk untuk posisi pelatih.

Meski belum pernah membesut tim besar, Sinisa Mihajlovic diserahi tugas sebagai pelatih baru, mengisi kursi kosong yang sebelumnya ditempati Filippo Inzaghi. Kedatangan Miha disebut membawa perubahan besar dalam skuat Milan, yang dia langsung tunjukkan dengan memberi porsi latihan ekstra buat Riccardo Montolio dkk.

Keseriusan Milan untuk berlaga lagi di papan atas terlihat dari aktivitas belanja yang dilakukan. Dua pemain muda, Alessio Romagnoli dan Andrea Bertolacci diboyong dengan harga 25 dan 20 juta euro dari Roma. Di lini depan Milan menggelontorkan 38 juta euro demi bisa membawa Luiz Adriano dan Carlos Bacca ke San Siro. Ada juga bek 21 tahun Rodrigo Ely, yang dibeli dari Avellino.

Dengan pembelian itu dan keberadaan Sinisa Mihajlovic, Milan dijagokan Marcello Lippi akan punya kans menembus persaingan papan atas.

Juga berniat bangkit setelah terpuruk musim lalu adalah Inter Milan. Nerazzurri juga tak kalah aktif berbelanja setelah memboyong Geoffrey Kondogbia (28 juta euro), Miranda (3 juta euro), Jeison Murillo (8 juta euro) dan MartΓ­n Montoya (1 juta euro).

Tapi di saat bersamaan Inter justru melepas beberapa pemain yang sebenarnya dianggap punya kemampuan oke. Xherdan Shaqiri sudah dilepas ke Stoke City, sementara Mateo Kovacic santer disebut akan diboyong Real Madrid.

(din/mfi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads