Napoli dan Misi Mendaki Klasemen Lagi

Jelang Serie A 2015/2016

Napoli dan Misi Mendaki Klasemen Lagi

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Rabu, 19 Agu 2015 13:05 WIB
Napoli dan Misi Mendaki Klasemen Lagi
Getty Images Sport/Dino Panato
Naples -

Sejak kembali ke Serie A di 2007 lalu, Napoli bisa dikatakan telah merebut kembali status tim besar di Italia. Namun inkonsistensi masih menjadi penyakit Partenopei. Musim ini mereka mengemban misi kembali ke posisi atas Serie A lagi.

Napoli dalam delapan musim terakhir tak dipungkiri telah berhasil menempatkan diri di jajaran tim papan atas Serie A lagi. Seperti diketahui mereka sempat bolak-balik ke Serie B sepanjang periode 1998-2007, setelah mengalami penurunan selepas era sukses bersama Diego Maradona.

Di dua musim pertamanya sejak kembali ke Serie A, mereka cuma finis di peringkat delapan dan 12. Namun berangsur-angsur naik dengan finis di peringkat enam dan tiga pada musim 2009/2010 dan 2010/2011.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejak saat itu mereka tak pernah jauh-jauh dari posisi atas, meski masih naik turun. Di empat musim terakhir, raihannya adalah finis kelima, runner-up, lalu turun ke posisi tiga, dan terakhir menutup musim di posisi lima pada musim lalu.

Misi perbaikan Napoli usai hasil tak memuaskan musim lalu pun dimulai. Secara bersamaan Rafael Benitez yang menjadi allenatore dalam dua musim terakhir pergi untuk menerima pinangan Real Madrid. Maurizio Sarri lantas didatangkan untuk mengisi pos pelatih kepala.

Sarri sendiri mendapatkan apresiasi besar musim lalu setelah membawa Empoli tampil mengesankan dan finis di urutan 15 klasemen Serie A. Pelatih 56 tahun itu sekaligus mematahkan perkiraan bahwa timnya tak akan mampu bertahan di kasta teratas.

Dia berhasil membuat Empoli yang notabene tim promosi jadi salah satu yang paling sulit dikalahkan, dengan catatan hanya 12 kekalahan musim kemarin. Jumlah itu menempatkan mereka di urutan sembilan tim dengan kekalahan paling sedikit, hanya di bawah Juventus, AS Roma, Sampdoria, Fiorentina, Inter Milan, Genoa, Napoli, dan Lazio.

Salah satu persoalan terbesar Sarri barangkali adalah meracik tim peninggalan Benitez. Keduanya punya pakem yang berbeda, Benitez bermain dengan 4-2-3-1 dengan penyerang sayap sementara Sarri menggemari pola 4-3-1-2. Artinya ada kebutuhan perombakan di lini depan jika akan tetap menggunakan pola kesukaannya tersebut.

Gonzalo Higuain masih akan jadi andalan dan bisa ditemani oleh Manolo Gabbiadini. Namun kepergian Duvan Zapata membuat Sarri kekurangan stok pemain di sektor tersebut, karena praktis hanya tersisa Eduardo Vargas sebagai pelapis.

Sementara dengan skema Benitez musim lalu, pemain-pemain yang bisa beroperasi di sayap justru cukup melimpah. Ada Jose Callejon, Lorenzo Insigne, Dries Mertens, dan juga Jonathan de Guzman. Sisi positifnya adalah dari keempatnya, seluruhnya bisa ditempatkan di belakang duet penyerang. Tapi Sarri bakal harus memastikan siapa yang akan jadi pilihan utama.

Sedangkan di posisi gelandang, Sarri punya banyak pilihan mulai dari Jorginho, David Lopez, Mirko Valdifiori, Marek Hamsik, Allan, dan Omar El Kaddouri. Banyaknya stok ini bisa memberikan berbagai opsi permainan di lini tengah Napoli. Kedatangan Valdifiori sendiri akan jadi keuntungan tersendiri untuk Sarri karena keduanya sudah saling mengenal semasa di Empoli.

Persoalan lain Partenopei adalah kurangnya bek. Sejauh ini mereka cuma punya tujuh pemain belakang, terdiri dari empat bek tengah, dua bek kiri, dan satu bek kanan. Itu sebabnya Napoli terus berupaya memburu pemain anyar di sektor ini, dengan Nikola Maksimovic sebagai buruan utamanya.

Jika berhasil mendatangkan bek Torino dan tim nasional Serbia itu, maka Vlad Chiriches bisa dialihkan ke posisi bek kanan yang memang cukup mahir dimainkannya. Namun misi merekrut Maksimovic akan sangat menantang karena bursa transfer mendekati fase akhir sementara Serie A akan dimulai akhir pekan ini.

Sejauh ini, laga-laga pramusim belum menunjukkan hasil yang positif untuk Napoli. Mereka kalah 2-3 dari Nice, lalu berimbang 0-0 kontra Porto. Tentu bukan bekal yang meyakinkan untuk memulai liga, di mana mereka menghadapi Sassuolo di Stadio CittΓ  del Tricolore, Senin (24/8/2015) dinihari WIB nanti.

Kedatangan Sarri di satu sisi memberikan atmosfer baru dan menyegarkan untuk Napoli dalam misinya kembali ke posisi tiga besar. Tapi tantangan besar harus diakui menanti mereka, yakni adaptasi terhadap perubahan yang terjadi juga rival-rival yang semakin kuat. Juventus, AS Roma, Inter Milan, dan AC Milan masing-masing melakukan belanja yang agresif di bursa transfer musim panas ini demi finis di tiga besar alias zona Liga Champions.

Transfer Napoli
Masuk:
Allan dari Udinese
Vlad Chiriches dari Tottenham Hotspur
Mirko Valdifiori dari Empoli
Elseyd Hysaj dari Empoli
Pepe Reina dari Bayern Munich
Gabriel dari AC Milan (pinjam)

Keluar:
Walter Gargano ke Monterrey
Raffaele Maiello ke Empoli (dipinjamkan)
Duvan Zapata ke Udinese (dipinjamkan)
Miguel Britos ke Watford
Michu ke Swansea (kembali dari peminjaman)

Laga-laga pramusim:

Nice 3-2 Napoli
Porto 0-0 Napoli

(raw/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads