Pelatih kawakan Italia, Marcello Lippi, percaya benar Juventus masih terlalu tangguh untuk menjalani musim dengan buruk. Maka dia mengingatkan agar tak tertipu start jelek Bianconeri.
Juve memulai Serie A dengan dua kekalahan beruntun, masing-masing dari Udinese di kandang sendiri dan saat bertandang ke rival, AS Roma. Dua kekalahan itu membuat mereka mencatatkan start paling buruk sepanjang sejarah keikutsertaan di Serie A.
Tak pelak 'Si Nyonya Besar' pun diperkirakan bakal kehilangan dominasi yang sudah digenggam selama empat musim terakhir secara berturut-turut. Tapi Lippi menilai terlalu dini untuk beranggapan demikian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka sudah berubah banyak? Benar, tapi inti solid mereka bertahan. (Gianluigi) Buffon, (Leonardo) Bonucci, (Giorgio) Chiellini, (Andrea) Barzagli, dan (Claudio) Marchisio akan membantu wajah-wajah baru."
"Jangan terlalu memperhatikan hasil dari dua laga pertama. Tanpa (Sami) Khedira, Marchisio, dan (Alvaro) Morata, itu bukan penampilan Juve sesungguhnya. Tim ini tangguh,"
"Hernanes bisa bekerja dengan baik, (Paulo) Dybala adalah talenta bagus, dan saya sudah mendengar berbagai hal bagus soal Alex Sandro. Jangan lupakan (Mario) Mandzukic juga, karena sejauh ini dia belum mendapatkan servis yang tepat. Lalu ada (Kwadwo) Asamoah yang kembali bermain," imbuh pria yang menukangi Juve pada 1994-1999 dan 2001-2004 ini.
Salah satu faktor utama buruknya start Juve musim ini diyakini karena perubahan besar yang terjadi dalam skuat Massimiliano Allegri. Mereka baru saja kehilangan pemain-pemain penting seperti Andrea Pirlo, Arturo Vidal, Carlos Tevez, dan Fernando Llorente. Sebagai gantinya, mereka mendatangkan 10 pemain baru termasuk Dybala, Mandzukic, Khedira, dan Alex Sandro.
(raw/fem)











































