Tenang Saja, Juve

Tenang Saja, Juve

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Minggu, 27 Sep 2015 17:32 WIB
Tenang Saja, Juve
Getty Images Sport/Maurizio Lagana
Turin - Juventus start dengan buruk musim ini dan masih tertahan di urutan 13 sementara. Tapi sang pelatih, Massimiliano Allegri, menegaskan tak perlu ada kepanikan.

Juve menelan kekalahan ketiga musim ini dari enam pertandingan yang sudah dijalani, saat bertandang ke Napoli, Minggu (27/9/2015) dinihari WIB. Mereka baru menang satu kali dalam periode itu, yang membuat posisi mereka terjerembap.

Saat ini Bianconeri ada di posisi 13 dengan nilai lima. Posisi mereka masih bisa meloroti mengingat Empoli, Hellas Verona, Udinese, Genoa, dan Bologna yang berada di belakang masih belum memainkan laga keenamnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hasil-hasil sejauh ini juga mengantarkan Juve mencatatkan start terburuk dalam 45 tahun atau sejak 1969/1970. Bukan sebuah catatan apik untuk pemegang gelar Serie A terbanyak sekaligus juara di empat musim terakhir.

Pantas dikatakan jika Juve berada dalam tekanan, mengingat mereka juga sudah tertinggal 10 angka dari Inter Milan di puncak klasemen yang bahkan belum memainkan laga keenam. Allegri pun mengakui tekanan tersebut, tapi merasa tak perlu ada cemas berlebihan.

Allegri memandang laju timnya dan tekanan yang ada dengan rileks. Dia yakin Juve bakal segera naik ke papan atas lagi.

"Saya memperkirakan orang-orang berpikir saya gila karena mengatakan ini, tapi saya tak khawatir dan sejujurnya dibandingkan laga-laga lain, saya merasa lebih rileks daripada biasanya," katanya dikutip Football Italia.

"Apakah saya merasa jadi sasaran tembak? Saya adalah pelatih, jadi saya selalu ada di posisi sasaran tembak. Sekarang saya harus bekerja demi yang terbaik untuk Juve. Tahun lalu kami tampil baik, saat ini ada sejumlah kesulitan tapi kami harus bekerja untuk melaluinya."

"Apa yang kurang dari tim? Poin-poin. Semua orang melihat berbagai hal dengan cara mereka dan saya melihat sebuah performa yang bagus. Anak-anak tidak tampil dengan buruk," sambung eks AC Milan ini.

"Di sepakbola ada momen-momen sulit, saya tidak mau melihat wajah-wajah yang tampak seperti kami ada di pemakaman. Momen ini perlu dihadapi dan dilalui."

"Orang-orang bersikap seolah kami dalam krisis karena kami kemasukan gol di sepak pojok detik-detik terakhir melawan Frosinone, tak mengacuhkan performa sebelumnya. Kami akan menapak naik," tandas pelatih 48 tahun ini.

(raw/raw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads