Deschamps Sarankan Pogba agar Tak Malas Bertahan

Deschamps Sarankan Pogba agar Tak Malas Bertahan

Kris Fathoni W - Sepakbola
Rabu, 28 Okt 2015 17:47 WIB
Deschamps Sarankan Pogba agar Tak Malas Bertahan
Getty Images/Valerio Pennicino
Paris - Pelatih tim nasional Prancis Didier Deschamps membela Paul Pogba yang belakangan sedang dapat banyak kritikan. Tapi Deschamps juga memberi saran untuk pemain Juventus itu.

Kritik terhadap Pogba di awal musim ini berkaitan dengan fakta bahwa pemain Prancis 22 tahun itu belum memperlihatkan performa sebagus musim lalu, ketika di antaranya mampu menyumbang 8 gol dan 3 assist di Serie A saja.

Akan tetapi, di awal musim ini Pogba belum bisa memperlihatkan performa serupa. Sampai dengan giornata 9 Serie A, Pogba baru bisa membuat 1 gol dan 1 assist. Padahal Juve, yang masih tercecer di posisi 12 ajang itu, amatlah membutuhkan kontribusinya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Atas hal tersebut, para pengkritik Pogba menduga bahwa ini berkaitan dengan kostum ikonik bernomor punggung 10 yang mulai ia gunakan di Juve sedari awal musim ini.

"Nomornya saat itu lowong dan saya tak tahu siapa yang membuat keputusannya. Hal penting untuk Paul adalah tidak mengubah gaya mainnya. Ia seorang pemain bagus, ia masih muda, dan di luar lapangan anak-anak muda suka gaya busananya, rambutnya... Mereka membicarakannya, baik ataupun buruk," kata Deschamps kepada Tuttosport dan dikutip Football Italia.

"Ia pemain bagus, kalau ia tampil bagus di atas lapangan maka ia bisa melakukan hal-hal lainnya. Pembuktiannya ada di lapangan. Saya tahu ia bukan pemain bertipe nomor 10, bukan second striker, dan saya senantiasa memberinya kebebasan maju ke depan (di timnas Prancis), tapi seorang gelandang juga punya tugas bertahan. Mungkin itu bukan sesuatu yang amat ia gemari, tapi penting untuk tim."

"Startnya di awal musim ini? Anda tak bsa selalu 100%. Juve sudah kehilangan tiga pemain penting musim panas ini ((Andrea Pirlo, Arturo Vidal, dan Carlos Tevez). Pemain berkualitas lain telah datang tapi mereka tak bisa dituntut untuk melakukan hal sama seperti sebuah tim yang sudah main bersama 2-3 tahun," tutur peracik taktik yang juga pernah jadi pemain dan pelatih Bianconeri itu.



(krs/mfi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads