Allegri, yang awalnya diragukan, ternyata menunjukkan kinerja cemerlang pada musim pertamanya bersama Juventus. Dia memberi scudetto dan trofi Coppa Italia untuk Bianconeri serta mengantarkan timnya itu ke final Liga Champions.
Akan tetapi, Juve tertatih-tatih pada musim ini. Mereka kepayahan sejak ditinggal Carlos Tevez, Arturo Vidal, dan Andrea Pirlo. Pemain-pemain baru yang mereka datangkan juga belum terlalu nyetel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk tim sekelas Juve, posisi itu tentu tak sesuai dengan ekspektasi klub dan para tifosi. Allegri pun mulai dihujani kritik. Tapi, dia memakluminya.
"Saya tak akan mengatakan apa-apa. Itu bagian dari sepakbola," tutur Allegri kepada Mediaset.
"Ketika Anda menang, Anda bagus. Ketika Anda kalah ... kami dikritik karena kami tidak mendapatkan hasil bagus," lanjutnya.
"Orang-orang tidak melihat bagaimana kami kalah, tapi cuma melihat hasilnya, itu yang paling penting. Saya selalu tenang," imbuh eks pelatih Cagliari dan AC Milan itu.
"Semua orang memiliki kualitas dan kami harus membuktikannya. Tim tidak jadi jelek. Kami membutuhkan kohesi. Ada bagian yang hilang dan kami harus berkembang dengan begitu banyak pemain, beberapa di antara mereka di bawah 23 tahun," jelas Allegri.
Juve meraih hasil yang lebih baik di arena Liga Champions. Mereka kini memimpin klasemen Grup D dengan koleksi tujuh poin dari tiga laga. Di matchday 4, mereka akan melawan tuan rumah Borussia Moenchengladbach, Rabu (4/11/2015) dinihari WIB.
(mfi/roz)











































