Melawat ke Juventus Stadium, Senin (14/12/2015) dinihari WIB, Fiorentina sempat mengejutkan tuan rumah lewat gol penalti Josip Ilicic saat pertandingan baru berjalan tiga menit. Namun keunggulan tersebut cuma bertahan tiga menit setelah Juan Cuadrado mencetak gol balasan untuk tuan rumah.
Tampil dominan, Fiorentina justru tak banyak menciptakan peluang. Dengan persentase penguasaan bola sebesar 62%, Fiorentina cuma melepaskan enam tembakan dan hanya satu yang mengarah ke gawang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Atas kekalahan ini, Sousa menyoroti permainan anak-anak didiknya. Menilai Juve kuat dalam bertahan, Sousa menyebut Fiorentina harusnya lebih sabar dalam membangun serangan dan mendikte permainan.
"Kami tidak menghilang di babak kedua. Namun bagaimanapun kami gagal melepaskan tembakan ke arah gawang karena mereka punya tiga gelandang yang menjaga, sementara winger mereka menutup ruang," ujar Sousa kepada Premium Sport seperti dikutip Gazzetta dello Sport.
"Saya katakan Juventus adalah tim yang hebat dalam bertahan dan kami punya masalah ketika mencoba menyerang mereka. Kami kurang sabar, karena kami tidak seharusnya banyak menekan seperti yang kami lakukan."
"Dengan melakukan itu kami membiarkan mereka menyerang balik. Kami harus menutup crossing mereka, bukannya memberi mereka ruang dan waktu," katanya.
Dengan kekalahan ini, Fiorentina gagal memangkas jarak dengan Inter Milan yang ada di puncak klasemen. La Viola tertahan di urutan kedua dengan 32 poin, tertinggal empat angka dari Inter.
(nds/mfi)











































