Milan akan bertamu ke Roma di pekan 19 Serie A, Minggu (10/1/2016) dinihari WIB. Kedua tim tengah dalam kondisi yang tidak mengenakkan setelah menderita serangkaian hasil buruk dan sejauh ini gagal memenuhi harapan di awal musim.
Dalam situasi seperti itu Milan masih punya beberapa pemain untuk setidaknya membuat Milanistis berharap performa tim kesayangannya secepatnya membaik. Dengan telah membuat delapan gol sejauh ini, Carlos Bacca jadi pemain paling penting di skuat Sinisa Mihajlovic. Nama lain yang masih bisa dielu-elukan adalah Giacomo Bonaventura.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bonaventura adalah pengecualian dari banyak pembelian Milan yang sia-sia dalam beberapa tahun terakhir. Diboyong dari Atalanta di awal musim lalu, dia cepat matang untuk kemudia bisa diandalkan menjadi pilar di lapangan tengah.
Dengan kondisi Milan dalam beberapa tahun terakhir yang seperti tanpa indentitas dan tidak punya pemimpin, Bonaventura terlihat menjanjikan untuk menjalani peran tersebut. Dia kerap jadi solusi saat Milan tengah dalam posisi terjepit dengan kreativitas dan akselerasi dari sisi kiri lapangan.
Di Stadion Olimpico akhir pekan ini, Bonaventura akan menghadapi pemain dengan kreativitas dan kematangan yang dianggap lebih baik darinya. Sosok yang akan dia lawan adalah Miralem Pjanic.
Pjanic saat ini adalah topskorer Roma di Serie A dengan sudah tujuh gol dibuat, mengalahkan Gervinho dan Edin Dzeko yang masing-masing baru mengoleksi enam dan tiga gol.
Jumlah enam gol itu baru sebagian dari kontribusi Pjanic dari lapangan tengah I Lupi. Dari 15 kali dimainkan Rudi Garcia, gelandang asal Bosnia itu juga punya koleksi lima assist.
Sebagai central midfielder, Pjanic adalah kreator permainan Roma. Dalam dua musim terakhir penampilannya meningkat tajam setelah Rudi Garcia memberinya lebih banyak kebebasan. Rudi Garcia tak lagi memberi taktik spesifik untuk dijalankan oleh Pjanic.
Sebaliknya, gelandang Bosnia & Herzegovina itu mendapatkan ruang gerak yang lebih leluasa. Bukan hanya untuk mengalirkan permainan, tapi juga menuntaskan sendiri serangan yang dibangun. Statusnya sebagai topskorer sementara Roma menunjukkan itu.
Hal lain yang membuat fans Roma begitu mencintai Pjanic adalah karena dia punya tendangan bebas mematikan. Pesepakbola 25 tahun itu sudah menjadi salah satu eksekutor free kick terbaik di Eropa saat ini.
Atas perannya di lapangan tengah Roma, Pjanic banyak disamakan dengan Francesco Toti. Sementara yang lain menilai dia punya kemampuan yang menyerupai Andrea Pirlo. Para maestro Serie A.
| Pjanic | Β | Bonaventura |
| 15 | Main | 17 |
| 1.275 | Menit | 1.465 |
| 7 | Gol | 4 |
| 5 | Assist | 6 |
| 84% | Akurasi Umpan | 83% |
| 66% | Akurasi Tembakan | 40% |
| 2 | man of the match | 6 |
(din/mrp)










































