Berstatus juara bertahan, Juve mengawali musim dengan tidak mulus. Tengok saja ketika mereka ada di posisi ke-12 pada tanggal 28 Oktober dengan hanya meraih 12 poin dari 10 pertandingan.
Banyak yang mulai menganggap Juve mulai kehabisan bensin setelah ditinggal para pemain bintangnya. Selain itu badai cedera membuat Massimiliano Allegri tak bisa bereksperimen sesukanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terakhir Napoli ditaklukkan dengan skor tipis 1-0 pada laga yang disebut-sebut sebagai penentuan Scudetto, Minggu (14/2) dinihari WIB tadi. Kemenangan ke-15 beruntun itu melambungkan posisi Juve kini ke puncak klasemen dengan 57 poin dari 25 pekan.
Selama periode gemilang itu, hanya enam gol yang bersarang di gawang Gianluigi Buffon. Bahkan sejak pergantian tahun, hanya Antonio Cassano yang bisa menjebol jala Buffon.
Total enam clean sheet ditorehkan sementara ada 36 gol diberondong oleh para pemain Juve, dengan Paulo Dybala jadi pemain tertajam lewat torehan delapan gol, disusul Mario Mandzukic dengan lima gol.
Hanya dalam tempo empat bulan, Juve sudah kembali ke habitat aslinya dan ini membuat mereka kembali berada di urutan teratas favorit Scudetto musim ini.
"Apakah kami adalah favorit Scudetto? Oke, saya akan membuat kalian semua senang. Karena kami ada di puncak klasemen, kami adalah favoritnya," sahut Allegri di Football Italia.
(mrp/mrp)











































