Pengumuman tersebut dilansir oleh situs resmi Inter, Senin (6/6/2016) siang WIB. Dalam pernyataan di situs tersebut, Inter menyatakan bahwa Thohir tetap berstatus sebagai presiden klub, kendati kini memegang saham minoritas.
Suning kabarnya harus merogoh kocek 700 juta euro untuk membeli 68,5 persen saham mayoritas milik Thohir atau dua kali lipat nilainya dibanding saat dibeli dari Massimo Moratti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak cuma sekadar membeli kepemilikan klub dari Thohir, Suning melalui Presidennnya Zhang Jindong memastikan bahwa mereka akan membuat Inter kembali kompetitif seperti saat masih dimiliki Moratti.
Seperti diketahui prestasi Inter menurun drastis setelah merebut treble winners pada 2010. Bahkan mereka sudah absen 3-4 tahun terakhir dari LIga Champions.
"Akuisisi Inter Milan adalah bagian dari strategi Suning dalam pengembangan industri olahraga dan memajukan lagi kampanye kami dalam hal kesehatan dan gaya hidup. Ini tidak hanya akan meningkatkan kualitas teknik dari Jiangsu Suning dan juga kemampuan operasionalnya, tapi juga mampu membantu Suning berkembang secara mendunia, membuat kami mampu menjadi salah satu merk dagang alat-alat rumah tangga top di Eropa dan juga dunia," ujar Jindong seperti dikutip situs resmi Inter.
Salah satu alasan Suning Group mau mengakuisisi Inter adalah banyaknya fans La Beneamata di China yang diklaim mencapai angka 130 juta.
"Ini adalah kesempatan besar bagi Inter Milan untuk semakin besar di China, dan China akan jadi rumah kedua Inter Milan. Sebagai tambahan, dengan kekuatan finansial Suning dan sumber daya tak terbatas akan mampu membuat Inter kembali ke masa kejayaannya serta menjadi tim yang mampu menarik minat bintang-bintang top di seluruh dunia," sambungnya.
(mrp/roz)











































