Dinilai Langgar Prosedur Tes Doping
"Si Badak" Milan itu Meradang
Rabu, 23 Mar 2005 14:18 WIB
Jakarta - "Semua boleh lihat dan saya akan memberi 10 liter darahku buat dites!" Begitulah kalau seorang Gennaro "Il Rhino" Gattuso gusar disebut-sebut menolak tes doping.Gelandang AC Milan itu lalu menjelaskan alasan kenapa ia dan rekannya Giuseppe Pancaro hanya menyerahkan sampel urin untuk dites, dan tidak termasuk sampel darah, meskipun sama-sama termasuk dalam prosedur tes doping di Seri A.Peraturan yang ada memang tidak mencatumkan ancaman sanksi formal kepada pemain yang menolak dites darahnya. Namun pada kasus Gattuso, ketua PSSI-nya Italia, Franco Carraro, sempat berujar akan melarang pemain tersebut masuk tim nasional.Gattuso berang karena ia tidak merasa menyalahi aturan, sementara dirinya sedang bersiap-siap memperkuat skuad Azzurri menghadapi Skotlandia di penyisihan Piala Dunia 2006 hari Sabtu depan."Terapkan aturan dengan serius, atau tidak sama sekali," sergahnya dalam koran Corriere della Sera, Selasa (22/3/2005). "Kita harus berniat mengontrolnya dengan baik, memberlakukannya sama kepada semua orang. Baru saya akan dengan senang hati mengikutinya.""Selama berbulan-bulan tak seorang pun dites darahnya dan sekarang mereka memakai aturan ini. Ditinjau dari aspek manapun, saya tidak melihat ada masalah karena tidak memberi sampel darah bukanlah suatu keharusan."Diceritakan Gattuso, yang merupakan anggota eksekutif Asosiasi Pemain Italia, ia dan Pancaro hanya menyerahkan sampel urin karena waktu itu sudah hampir tengah malam dan mereka habis melakoni pertandingan yang melelahkan."Di ruang antidoping itu ada sekitar 10 orang, tapi hanya ada satu ruang tertutup untuk melakukannya. Kami 'kan bukan binatang dan kami tak mau jalan tanpa aturan yang jelas."Belakangan, setelah kasusnya mencuat, Gattuso berikrar siap memberi sampel darahnya. "Malam ini saya akan melakukannya, semua orang boleh datang dan menonton," katanya kemarin sore. "Bahkan saya akan memberi 10 liter darahku jika itu yang mereka mau. Tak ada yang saya sembunyikan karena dopingku adalah cabai dan lada dan kerja keras saban minggu." Yang menarik adalah ucapan wakil presiden Milan Adriano Galliani jauh-jauh hari sebelum kasus ini terjadi. Ia pernah mengatakan bahwa siapapun yang menolak tes darah tidak hanya dilarang main di timnas, tapi juga mesti dihukum. "Si Badak " termasuk dong? (a2s/)











































