Dalam beberapa partai belakangan ini Buffon mendapat kritikan karena kesalahannya, semisal ketika membela tim nasional Italia dan juga lawan Udinese di partai Serie A akhir pekan lalu.
Akan tetapi, tengah pekan ini Buffon tampil impresif di bawah mistar gawang Bianconeri dalam kemenangan 1-0 di markas Lyon dalam partai Liga Champions, untuk membungkam kritikan itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apa reaksi saya setelah membuat kesalahan? Saya terkejut, saya tak terbiasa dengan hal itu sehingga ketika terjadi saya kesulitan menerimanya," kata Buffon kepada Corriere della Sera yang dilansir Football Italia.
"Apa saya kritis dengan diri sendiri? Sangat, (setelah membuat kesalahan) saya masih terus melecut diri sendiri secara fisik dan mental selama beberapa hari, ada kesalahan-kesalahan tertentu yang tak bisa saya terima. Mengenai kritikan, risiko menjadi masochist: saya menyukainya. Hal itu melecut saya, jika tidak maka saya pasti sudah berhenti main. Tapi saya terganggu ketika kritikan itu menyentuh hal tertentu, saya pikir dalam karier 22 tahun saya sudah membuktikan sesuatu. Dan musim bagus saya yang terakhir juga bukannya tiga tahun lalu, saya masih penting di Piala Eropa, di dalam dan di luar lapangan.
"Bagaimana saya menilai pertandingan lawan Lyon? Sewajarnya. Saya main untuk membuktikan bisa beda dari yang lain, bahwa di usia 38 tahun saya masih bisa melakukan hal-hal yang belum dilakukan yang lain. Itu tantangan buat saya," sebutnya.
(krs/nds)











































